Writing

Mau Blogging On The Spot? Cek Dulu Bocorannya!

Ini pertama kalinya saya ikut workshop Kelas Blogger. Bahagia, sudah pasti. Karena, konon kabarnya, pendaftar workshop ini lebih dari seratus orang dan tidak semuanya terpilih.

Kebahagiaan saya terusik saat pintu komuter tujuan Duri, yang saya naiki, terbuka di stasiun Tanah Tinggi. Sejumlah penumpang naik. Saya terdorong serombongan ibu-ibu, yang lalu asyik bercerita tentang Tanah Abang. Huh! Rasanya ingin saya tulis saja di blog tentang mereka.

Tapi, tunggu! Saya masih dalam perjalanan menuju kantor Raksa Online, tempat workshop diadakan. Saya akan belajar dulu tentang cara Blogging On The Spot dengan Om Gafei dan Kang Arul, supaya tulisan saya nanti tidak sekadar ujaran kebencian pada rombongan emak zaman now itu.

Ternyata, Reportase Ada Syaratnya

Namanya Muhammad Gafer Fadli, biasa disapa Gafei. Tapi, sepertinya saya lebih nyaman menambahkan “Om” di depan sebutannya, meski ia tidak mengenal tante saya. Wajahnya hangat, bersahabat, dan ia sangat rendah hati meski pengalamannya begitu banyak di dunia blogging. Ia menyampaikan materi, usai lomba Blogging On The Spot.

image

Apa yang Om Gafei sampaikan benar-benar ilmu baru buat saya. Selama ini, saya hanya mengenal 5W + 1H pada materi jurnalistik dasar di berbagai kursus yang saya ikuti. Ilmu dari Om Gafei ini membuat saya berpikir, “Iya ya, selama ini buat tulisan cuma sebatas informasi, tanpa memikirkan manfaat materi yang saya tulis untuk pembaca.”

Om Gafei juga bilang, dalam reportase, kita harus tahu hal-hal menarik dan kepo. Iya, kepo. Rasa ingin tahu itulah yang nanti akan mendorong kita untuk melakukan observasi.

Jadi, kalau saya ingin menulis tentang rombongan emak zaman now di komuter tadi, minimal, saya harus tahu dulu apa yang menarik dari keberadaan mereka di komuter, hal-hal apa saja yang membuat saya penasaran, lalu saya kepoin mereka. Wah, bisa-bisa saya batal ikut workshop, dan malah ikut mereka ke Tanah Abang. Beruntung saya baru tahu ilmunya sekarang, bukan tadi pagi saat di komuter.

image

Inilah Dia, Blogging On The Spot

Sekarang, mari kita bicara lebih serius. Ini materi yang paling saya tunggu. Lomba Blogging On The Spot saja menjadi kurang menarik, karena saya benar-benar penasaran dengan materinya.

Masih dengan Om Gafei. Ada 11 poin yang ia sampaikan, sebagai teknis Blogging On The Spot. Buat teman-teman yang tidak datang atau tidak ikut workshopnya, tenang, saya akan berikan bocorannya, supaya tulisan kita di blog bisa bagus seperti tulisannya Om Gafei atau Kang Arul. Kita mulai, yuk!

1. Ikuti Kaidah Reportase
Standarnya adalah kaidah reportase. Kita juga harus tahu mana yang menarik dan bermanfaat untuk pembaca.

2. Gunakan Semua Indera
Kita sudah dikaruniai pancaindera oleh Allah. Manfaatkan sebaik-baiknya dalam melakukan reportase, sebab kita adalah mata dan telinganya masyarakat.

3. Selalu Catat Poin-Poin
Maksimalkan ingatan kita yang masih segar, dan jangan selalu mengandalkan tape recorder. Boleh saja direkam, tapi poin-poinnya tetap harus dicatat.

4. Write The Way You See, Hear, Feel.
Ingat dulu Sheila on7 punya lagu Lihat, Dengar, Rasakan? Nah, apa yang kita lihat, dengar, rasakan itulah yang kita tulis. Kalau guru-guru bilang, “Show, don’t tell,” dalam reportase, kita harus “show and tell”.

5. Acting Seperti Reporter Siaran Live
Pernah lihat reporter yang siaran live, kan? Yuk, kita coba ngoceh seperti dia sesuai the way we see, hear, and feel.

6. Bentuk Liputan Itu Piramida Terbalik
Paling atas, bagian yang besar itu adalah Lead. Isinya who, when, where, what, dan harus menjual. Bagian tengah berisi detil-detil penting seperti uraian cerita, bukti, kontroversi, juga kutipan. Why dan how tempatnya di bagian tengah ini. Dan terakhir, bagian yang lancip, berisi hal-hal umum yang relevan, meski tidak terlalu penting,

7.  Teks
Teksnya berbentuk nonfiksi, informal atau bergaya percakapan, menginformasi tapi juga menghibur. Caranya agar menghibur adalah dengan ditambahkan foto, video, atau infografis.

8. Tetap Wajib 5W + 1H
Ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Informasi yang diterima pembaca harus lengkap.

9. Jangan Memecah Artikel
Sekarang lagi musim, satk artikel dibagi menjadi beberapa bagian supaya pembaca klik lagi. Hal seperti itu merugikan jurnalisme dan mengecewakan pembaca.

10. Kelengkapan Berita Boleh Tidak Lengkap Untuk Breaking News
Breaking News mengejar sesuatu yang aktual, jadi, boleh tidak lengkap. Standar Reuters, Breaking News adalah 3 paragraf, 100 kata. Tapi, harus ada kelanjutannya.

11. Manfaatkan Aspek Visual
Satu foto mewakili seribu kata. Jadi, jangan lupa masukkan fotonya.

Nah, itu teknisnya Blogging On The Spot. Saya, jujur, sangat tercerahkan dengan materi Om Gafei. Jadi ingin cepat-cepat praktik. Tapi, tentu tulisannya bukan tentang rombongan emak zaman now di komuter tadi. Biarlah mereka menjadi masa lalu yang pernah membersamai dalam perjalanan Tangerang-Duri he he he.

Oh ya, tulisan ini sudah kepanjangan. Kang Arul, The Master of Blog bilang, kalau tulisan di blog jangan panjang-panjang, nanti pembacanya lelah. Apa teman-teman sudah lelah baca tulisan ini?

Sebagai The Master, Kang Arul juga bilang kalau blog adalah catatan pribadi. Jadi, sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama: saya atau aku. Saya jadi senyum sendiri. Isi blog ini, meski namanya blog, jarang yang menggunakan saya atau aku. Lebih banyak yang sejenis artikel. Aduh, jadi malu sendiri.

image

Rasanya, waktu berapa lama pun tidak akan cukup untuk menggali ilmu dari dua master blog yang menjadi pembicara hari ini. Tapi, hari sudah sore dan beranjak petang. Kantor Raksa juga harus menyudahi kegiatannya. Seluruh kegiatan Kelas Blogger hari ini ditutup setelah pengumuman pemenang lomba Blogging On The Spot dan Sosial Media.

Saatnya kembali jadi penumpang komuter, sambil berharap tidak ada rombongan emak zaman now yang pulang belanja dari Tanah Abang, lalu dorong-dorong lagi. Materi hari ini saya simpan sebagai oleh-oleh supaya blog ini benar-benar jadi blog. Oh ya, kalau ada Kelas Blogger lagi, saya mau ikut!

Fotonya punya KelasBlogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *