Flat Lay Fotografi (6)
Hobby,  Photography

7 Rahasia Flat Lay Photography

Flat Lay Photography. konon, teknik itu lagi nge-hits banget sekarang. Aku yakin, kamu pasti pernah lihat foto-foto dengan teknik Flat Lay, tapi, mungkin kamu belum tahu foto itu jenisnya apa.

Akupun begitu. Waktu pertama kali dengar kata-kata ‘Flat Lay‘, yang terbayang adalah Thehun sama Icing; bahwasannya, yang flat itu Thehun, bukan Icing *Aeris detected*.

Baru, setelah ikut workshop Flat Lay Photography yang diadakan Hijup dan Softex Daun Sirih setelah ngobrol-ngobrol cantik tentang kewanitaan, aku jadi tahu Flat Lay itu yang seperti apa. Dan iya, aku tahu fotonya, tapi tidak tahu namanya.

Flat Lay itu teknik fotografi yang fotonya diambil tegak lurus, efek fotonya jadi datar dan dua dimensi. Awalnya, aku kira benda-benda itu ditempel di tembok, terus difoto. Ternyata, bendanya tetap ditaruh di meja atau bidang datar lainnya. Fotografernyalah yang harus mengambil foto dari atas dengan sudut 90 derajat.

Flat Lay Photography (1)
Sumber: Pixabay

Bagus, kan? Kita juga bisa bikin foto-foto begini. Sekarang, aku mau berbagi rahasia membuat foto Flat Lay yang bagus, dari Coach Bimo Pradana. Pst… aku juga masih belajar tentang teknik ini. Cekidot!

 

1. Tema

Yang pertama kali harus kita lakukan sebelum membuat foto Flat Lay adalah mencari tema. Sesuaikan tema dengan identitas dan mood kita. Kita mau yang dua warna atau lebih, boleh. Yang penting, jangan terlalu banyak warna.

2. Background

Karena foto Flat Lay bidangnya datar, jadi kita bisa pakai apapun yang datar dan berwarna solid untuk background. Cari warna-warna yang dominan supaya foto terlihat jelas. Boleh juga pakai tekstur kayu supaya mencolok.

3. Proporsi

Kita bisa atur susunan objek di foto kita. Bisa simetris ataupun asimetris. Buat seolah-olah ada garis khayal yang memandu kita mengatur objek-objek itu. Perhatikan juga tingkat kepadatannya. Boleh juga menggunakan properti seperti daun-daunan supaya foto tambah

Flat Lay Fotografi (2)
Sumber: Pixabay

4. Lighting

Cahaya yang bagus adalah cahaya matahari, dan waktu terbaik untuk mendapatkannya adalah pukul 07.00-09.00 atau 15.00-17.00. Cahaya matahari membawa efek soft jika terkena obyek. Kalau tidak bisa membuat di outdoor dengan cahaya matahari, kita bisa buat di dalam ruangan dengan bantuan lampu meja belajar. Yang terpenting, jangan low light karena akan muncul noise.

5. Preview Kamera

Yupz, jangan lupa di-preview dulu, Galz. Coba sejepret atau dua jepret, dan lihat hasilnya. Kalau belum oke, kita bisa evaluasi dan perbaiki lagi sampai pas dan sreg di hati.

 

Flat Lay Fotografi (4)
Sumber: Pixabay

6. Space

Supaya keren, sekalipun obyek fotonya banyak, berikan jarak antara obyek. Jangan terlalu padat, karena nanti orang bingung, apa yang jadi fokus foto itu. Boleh dibuat mepet frame, boleh juga diberi jarak.

7. Editing

Heuheu, jangan kira foto Flat Lay bebas editing. Editing tetap harus dilakukan untuk memotong pinggiran-pinggiran foto, meluruskan bidang yang miring, dan juga mengatur exposure dan

Flat Lay Fotografi (3)
Sumber: Pixabay

 

Simpel, kan? Tidak jauh berbeda dengan teknik foto-foto yang biasa kita lakukan. Yuk, siapkan kamera dan obyek, lalu mulai foto-foto. Tag aku ya, di Instagrammu.

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: