blogger - superduperspesial
Blogging,  Hobby

7 Resep Jadi Blogger Produktif ala Coach Jun Joe

Jadi blogger, punya blog, tapi suka malas ngisinya? Yah, that so me. Blog ini memang baru aku buat tahun kemarin, wajar kalau isinya sedikit. Tapi, aku punya blog lain yang postingan pertamanya tertanggal tahun 2007 dan sampai sekarang isinya bisa dihitung jari. Jangankan posting tiap hari kayak blogger-blogger lain, posting setahun sekali itu sudah bagus. Alhamdulillah, blognya masih ada sampai sekarang, buat jadi jejak, how mager I’am!

Blogger Antimager!

Tapi, yang namanya mager, tentu fatal kalau dibiasakan. Apalagi kalau yang dipager kebon orang #eh. Maksudnya, kalau kita punya blog tapi malas gerak, malas buka blog sendiri, malas update, blog kita jadi unfaedah. Alih-alih niat bikin blog buat berbagi ini-itu ke orang lain, yang ada blognya malah jadi sarang keluarga laba-laba dalam bentuk digital.

Sebelum semua itu terjadi, aku harus move on dari mager-mageran. Ahad, 28 Januari 2018, demi mengenyahkan mager, aku ikut Workshop Blogger FLP JAKARTA, yang temanya “Blogger Anti Mager”, di kantor Proxsis, Permata Kuningan. Temanya dahsyat, kan? Cocok buat blogger hobi mager kayak aku.

Pemateri hari ini namanya Kang Jun Joe Winanto, yang lahir 9 Juni. Kita sebut saja Coach Jun, supaya keren. Coach Jun ini kiprahnya di dunia perbloggeran bukan sebatas sehari-dua hari. Beliau punya blog yang dibikin tahun 2007. Sama kan, kayak blog aku. Tapi, blog Coach Jun kaya postingan dan menghasilkan, sedangkan blog aku masih jadi rumah yang nyaman buat laba-laba.

Can’t wait buat belajar sama Coach Jun. Tapi, aku harus bersabar mengikuti rangkaian acara seremonialnya. Dibuka sama MC Sinta, rangkaian acara Workshop Blogger FLP Jakarta dimulai. Dilanjut sama pembacaan Alqur’an sama maskot ODOJ (sebut saja Daify), sambutan perwakilan Proxsis (Mas Adit), dan Ketua FLP Jakarta (Afilin), sekaligus peresmian Blogger FLP JAKARTA. Sekali lagi, FLP JAKARTA!

image

“Blogger? Anti Mager!”

Okelah, itu yel-yel hari ini yang dicanangkan MC. Tujuannya, so pasti, supaya kita tetap semangat dan mager lenyap. Apalagi ditambah jari yang dibentuk jadi tanda pagar (#), jadi makin klop, kan? No pager, no mager. Dan, yeah, penduduk FLP Jakarta jadi superberisik. Heboh. Selain karena lama sibuk masing-masing, belajar di kelas juga salahsatu hal beda dari keseharian.

Selesai acara seremonial, beralih ke acara selanjutnya. Workshop? Bukan, makan-makan! Proxsis menyediakan tiga macam snack lezat, ditambah minuman hangat yang bisa diambil langsung dari mesinnya. Aku ambil kue soes, roti pizza, lemper, dan vanilla latte. Makannya di kelas, persis di depan meja guru. Aku serasa terlempar ke masa sekian tahun lalu waktu suka makan diam-diam di kelas, meskipun bangku aku persis di depan meja guru. Bedanya, di sebelah aku Mba Dala, bukan Neneng. Hehehe.

image

Penasaran kan, Proxsis itu apa? Kok dia baik banget sampai mau sediain tempat, snack, dan jadi membernya cuma 50k setahun? FYI, Proxsis itu tempat belajar IT dan multimedia. Dia punya tempat yang bisa dipakai untuk kumpul-kumpul komunitas. Tempatnya super-cozy dan nyaman.

Kantor Proxsis ini ada di lantai 17 gedung Permata Kuningan, Jl. Kuningan Mulia. Simpelnya, di belakang gedung KPK lama, dan sebelah gedung Multivision Tower. Kalau selesai workshop ada yang berasa punya bakat akting, mungkin bisa langsung ke gedung sebelahnya. Kamu punya komunitas dan mau pinjam kantor Proxsis buat acara? Bisa langsung telepon ke (021) 83708679, atau kirim surel keĀ info@digitalfinger.com. Mau tahu Proxsis lebih banyak? Cekidot web Proxsis!

 

Jadi Blogger Produktif? Why Not?

Dan tibalah kita di acara yang ditunggu-tunggu: materinya. Coach Jun, yang pernah jadi jurnalis di salahsatu media online terkemuka, berhasil bikin suasana kelas yang sudah berisik jadi makin ramai. Materinya sebenarnya berat, lho. Pembahasannya betul-betul dari awal, dari definisi blog, blogger, sejarah blog, sampai bedanya web dengan blog. Tapi, karena Coach Jun bawa materinya dengan gaya santai dan lucu, materi berat itu bisa terserap dengan baik, tanpa bosan dan ngantuk. Juara!

Lalu, pembahasan Coach Jun tiba di judul “Menjadi Blogger Produktif”. Aku nyengir, serasa dicubit manja pakai tang. Kata-kata “produktif” itu seakan jauh panggang dari api. Eh, maksudnya, jauh banget sama keseharian aku. Yah, sebagaimana tadi aku bilang, aku punya blog dari tahun 2007 yang jumlah kontennya bisa dihitung jari.

image

Tips dari Coach Jun ini superpenting buat aku, dan mungkin juga buat kamu. Jangan khawatir, aku akan bagi-bagi di sini. Menahan ilmu sendirian bukan hal keren. Ilmu bisa enggan dekat-dekat kalau kitanya pelit. So, cekidot!

1. Otomatisasi sosial media.
Siapa di antara kita yang hari gini hidupnya tanpa sosmed? Sebagai blogger, kita perlu sosmed ini untuk berbagi postingan blog. Buat yang punya WordPress, cukup klik ‘publicize’, dan blog otomatis mengirim link tulisan ke sosmed yang kita punya. Tapi, jangan lupa, daftarkan dulu sosmednya.

2. Buat kalender editorial.
Simpelnya, kita jadi pemred untuk blog kita sendiri. Kita yang tentukan mau posting tentang apa dan kapan. Kita bisa buat jadwalnya berdasarkan event. Misalnya, menjelang 17 Agustus kita buat tulisan yang ada hubungannya kemerdekaan. Dengan kalender itu, apa yang akan kita tulis jadi terencana.

Baca juga: Mau Blogging On The Spot? Cek Dulu Bocorannya

3. Gunakan sistem perencanaan.
Bedanya sama yang tadi apa? Kalau yang tadi kita bahas tema-temanya, di sistem perencanaan, kita rancang how to make it happen. Kita sudah tahu apa yang akan kita tulis, jadi kita bisa merencanakan kapan mencari data untuk kebutuhan tulisan, dan kapan waktu menulisnya. Jadi lebih mudah dan tertata.

4. Atur waktu dengan baik
Poin ini kelihatan mirip dengan dua poin di atas. Tapi, sebenarnya beda. Kalau tadi bahas blog-nya, sekarang kita bahas kitanya. Kita yang tahu kapan waktu yang nyaman untuk menulis. Kita bisa atur sesuai kegiatan harian. Yang terpenting, kita konsisten menjalankan aturan itu.

5. Bergiat menulis dari sekarang.
Dari tadi, yang kita bahas perencanaan. Tapi, kalau kita tak kunjung menulis, perencanaan itu bisa apa? Konsekuensi jadi blogger memang menulis. Kalau tidak bergiat dari sekarang, bisa-bisa blognya jadi sarang laba-laba digital yang auranya negatif (baca: malas). Lama-lama, kita akan terbiasa rajin menulis.

6. Perbanyak membaca.
Dengan banyak membaca, kita jadi punya pilihan diksi yang luas, begitu juga dengan rangkaian kalimat. Membaca bisa dengan media apapun, bisa cetak atau digital. Wawasan kita juga jadi bertambah. Kata Coach Jun, blogger yang malas baca akan ketahuan. Hehehe.

7. Buat komentar, tapi no nyinyir.
Sering lihat komentar nyinyir di sosmed? Kesal, kan? Nah, pastikan kita tidak ikut-ikutan nyinyir. Apalagi komentar di blog orang dengan nada nyinyir. Serasa kita cuma numpang taruh link, tapi kita sinis sama yang buat postingan. Apa namanya kalau bukan benci tapi rindu? Kita dapat cap sebagai tukang nyinyir, dan blog kita pun dinilai negatif, meskipun isinya positif. So, berkomentarlah positif, maka vibe blog kita akan positif juga.

image

Perasaan aku setelah dengar semua tips dari Coach Jun tak bisa diungkap dengan kata-kata. “Tercerahkan” saja tidak cukup. Langit cerah tanpa angin sejuk tentu tak lengkap. Begitu juga, materi keren dari Coach Jun tak akan lengkap tanpa kita bergerak untuk melakukannya. Ya, kita harus bergerak! Karena itulah, blogger dilarang mager.

Sesi selanjutnya adalah praktik menulis, menulis apapun, bebas, minimal dua paragraf, dan langsung dinilai sama Coach Jun. Aku lirik Mbak Dala di sebelahku khusyuk mengetik. Postingannya tentang membaca koran, keasyikan yang terlupakan di zaman now. Aku harus tulis apa? Lagi-lagi, Coach Jun memberi pencerahan. Sarannya, tulis tentang kegiatan hari ini. Oke, aku laksanakan sarannya. Dan, jadilah tulisan tentang kalau blog kita dicopas.

 

No Logistik, No Logika

Sebenarnya, di tengah-tengah membuat tulisan, ada pengumuman kalau ada kebab yang bisa diambil untuk menemani menulis. Berhubung aku duduk di pojok dan lumayan jauh kalau harus ke luar, aku urungkan niat ambil kebabnya. Barulah, saat sudah selesai menulis, aku keluar untuk ambil kebab sekaligus ishoma.

Kebabnya itu enak banget-banget. Kulit luarnya yang empuk menyembunyikan isinya yang lezat. Baru kali ini aku ketemu kebab pakai keju mozarella. Dagingnya juga cukup tebal. Rasanya pedas-pedas seperti bumbu lada hitam. Aku makan berapa? Pst, rahasia!

 

image

Kebab itu buatan Zada Food, supplier frozen food. Produknya bukan cuma kebab, tapi ada pizza, siomay, dimsum, dan ada keju mozarella juga. Mau? Yuk, kepoin IG dan FB-nya.

Sebagian teman sudah makan siang waktu aku makan kebab. Aku lirik-lirik kotaknya, ada gambar ayam. Seketika, pikiran aku langsung membayangkan ayam goreng crispy seperti di resto-resto ayam. Aku jadi mau makan dulu, tapi belum shalat. Ya sudah, aku shalat dulu, sambil menurunkan kebab yang tadi aku makan.

 

image

Barulah selesai shalat, aku ambil satu kotak punyaku. Waktu aku buka, wow, ayamnya besar, dan kriuk-kriuk. Enak! Bukan cuma kriuknya yang seru, daging ayamnya juga empuk dan lezat berbumbu. Gak kalah sama ayam goreng ala resto ayam yang suka kasih bonus CD musik. Nama ayam yang aku makan itu Let’s Go Chicken! Kamu harus coba.

Selesai ishoma, seluruh peserta masuk kelas lagi karena ada pengumuman-pengumuman, termasuk pengumuman pemenang hadiah. Aku dapat hadiah sebagai penanya pertama. Hm… mungkin juga penanya paling cerewet. Aku kan penasaran sama blog dan segala printilnya. Hehehe.

Aku dapat kaus cowok yang keren banget dari Supertwin Shop, online shop yang berkomitmen jual produk asli dalam negeri. Asli, aku berkaca-kaca. Ada cerita di balik itu yang membuat aku makin percaya kalau Allah selalu punya jalan untuk mengabulkan keinginan hamba-Nya. Nanti kapan-kapan aku cerita di sini. Sekarang, mending cus kepoin IG-nya Supertwin Shop. Ada jaket, jas hujan, hijab, tas, dan semuanya dijamin keren.

image

Oh ya, ada lagi sponsor acara ini, namanya Forbento. Kamu-kamu yang suka buat bento di rumah bisa beli cetakan, perlengkapan, dan buku panduan membuat bento di sini. Koleksinya banyak, dan yah, berhasil membuat aku penasaran buat bikin bento setelah lirik-lirik instagramnya. Lucu-lucu banget!

Dan satu sponsor lagi yang bisa bikin kita semua tetap cantik saat hujan, Jas Hujan Sheba. Beda dari jas hujan biasa, jas hujan ini modelnya cantik-cantik mirip gamis. Manis dan unik. Hujan pun kita tetap cantik dan keren, dan mau hujan-hujanan. Hehehe. Produknya bukan cuma jas hujan muslimah, tapi ada juga dompet waterproof supaya uang kita tetap aman dari kebasahan.

Acara Workshop Blogger FLP JAKARTA untuk hari ini sudah selesai. Aku panen ilmu dari Coach Jun. Tapi, workshop ini masih akan berlanjut sebulan sekali, selama setahun. Masih banyak ilmu yang bisa kita panen. So, stay tune!

One Comment

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: