bisolvon (1) - superduperspesial
Sport & Health

Batuk Berdahak di Musim Pancaroba? No!

Sekarang masuk musim pancaroba lagi, Galz! Cepat, ya? Perasaan, baru kemarin musim duren #eh. Musim pancaroba kemarin, Mami aku kena batuk berdahak. Harusnya sih, minum obat. Tapi, obat-obat batuk yang beredar itu, pas dibaca tulisan di kemasannya, rata-rata kontra indikasinya darah tinggi. Karena Mami punya darah tinggi, ya sudah, terpaksa Mami nggak minum obat, daripada batuk sembuh tapi tensi naik.

Efeknya, Mami jadi nggak bisa ketemu Mbul, cucunya. Coba bayangkan Galz, biasanya Mami ke rumah Mbul seminggu sekali, terus sekarang jadi nggak bisa ke rumah Mbul sampai sembuh? Maunya cepat sembuh, tapi obatnya memicu darah tinggi. Bingung, kan?

Apalagi, pas musim pancaroba kemarin, Mbul masih empat bulan. Pun, Mbul lahirnya prematur, jadi rentan banget ketularan batuk. Nggak mungkin juga tetap maksa datang, Mbulnya bisa ikutan batuk. Tapi, kalau nggak datang sampai waktu agak lama, Mbulnya suka sok-sok nggak kenal gitu.

 

Pancaroba dan Batuk Berdahak

Galz, pernah nggak kita berpikir sendiri, kenapa kalau musim pancaroba itu kita sering banget kena flu dan batuk, khususnya batuk berdahak? Konon ya, satu dari tiga orang itu kena batuk pilek dalam waktu tiga bulan terakhir. Apalagi sekarang, yang pancaroba lagi seru-serunya, yang siangnya bisa panas terik, terus sorenya hujan lebat. Kamu kena batuk berdahak dan pilek juga?

Daripada berpikir sendiri, aku mau share ke kamu-kamu tentang hubungan pancaroba dan batuk berdahak. Jum’at, (25/1) di 89 Cafe, Kemang, dalam acara Blogger Gathering Bisolvon dan Fimela, aku ketemu sama Medical Expert PT. Sanofi, dr. Riana Nirmala. Dari dr. Riana ini rasa penasaran aku tentang hubungan pancaroba dan batuk berdahak terjawab.

Bisolvon (2) - superduperspesial.com
Kiri ke kanan: Amallia Sarah, dr. Riana Nirmala, Mega Valentia

“Karena cuaca nggak menentu, dari panas tahu-tahu hujan, tubuh jadi usaha ekstra keras untuk beradaptasi, dan itu membuat daya tahan tubuh lemah,” jelas dr. Riana.

Nah, terjawab kan, penasarannya?

Satu lagi, saat musim pancaroba, virus dan bakteri banyak berkembang di udara. Lengkap, kan? Saat virus dan bakteri berkembang di udara, daya tahan tubuh kita lemah karena harus beradaptasi dengan perubahan cuaca. Itu yang bikin batuk berdahak dan pilek jadi hal yang lumrah banget di musim pancaroba.

 

Batuk Berdahak Bikin Jauh

As we know, kuman itu nggak bisa dilihat. Tapi keberadaannya bisa mengancam kedekatan antara keluarga. Bayangkan, dengan ngobrol sama keluarga saja, batuk berdahak dan pilek bisa menular. Itu baru ngobrol doang lho ya, belum sampai bersin atau batuk di tengah-tengah keluarga. Gara-gara batuk berdahak juga, kita bisa kehilangan momen berharga dengan orang-orang tercinta.

Pastinya kita nggak mau ada anggota keluarga lain yang ketularan batuk pilek. Tapi, mau gimana? Menjauhkan diri dari keluarga juga sepertinya nggak mungkin. Bisa-bisa dituduh galau gara-gara bias dating, kan? Mau pakai masker sambil ngobrol sama keluarga? Siap-siap saja disemprot ortu!

“Heh Tong, lo pikir gue kambing? Buka masker lo!”

Bisolvon (3) - superduperspesial.com
pic by pixabay

Yeah, nggak semua orang paham, kalau kita pakai masker itu sebenarnya untuk melindungi mereka dari ketularan batuk pilek yang kita derita. Urusannya bakalan panjang banget kalau sampai ada yang ketularan. Awalnya mungkin cuma kita, tapi terus bapak ketularan. Bapak menjelang sembuh, batuk pileknya pindah ke ibu. Dari ibu, pindah lagi ke kakak. Dari kakak, kembali ke kita lagi. Rusuh kalau serumah-rumah batuk.

Apalagi, kalau ada bayi kayak Mbul tadi. Namanya bayi, pasti ada saja momen-momen seru setiap harinya. Keseruan momen itu sudah pasti terlewat karena kita lagi nggak boleh mendekat. Nah, the problem is, momen itu nggak akan terulang lagi, kan? Kesalnya menggunung.

Belum lagi kalau kita harus kerja. Pakai masker di ruang kerja, sudah pasti dituduh pembawa virus. Tapi, kalau tanpa masker, bisa-bisa sekantor ketularan semua. Padahal, kita harus tetap terhubung dengan sekitar walaupun sedang pancaroba.

“Pengen jauh-jauh dari orang lain, ketemu orangnya nanti kalau sudah sembuh,” cerita Brand Representative Bisolvon, Mega Valentia.

Mustahil kita bisa menghindar dari interaksi sama orang kantor. Minimal, kita harus diskusi untuk pekerjaan. Diskusi sambil jaga jarak, gimana caranya? Mau dekat-dekat juga, nanti teman ketularan, dan kita jadi tertuduh utama. Bingung, zgzgzg. Siapa yang pernah mengalami nasib serupa? Cung!

 

Supaya Kita Terhindar Dari Batuk Berdahak

Kena batuk berdahak di musim pancaroba begini kayaknya sudah mainstream banget, Galz! Nggak seru dong, kalau kita ikut-ikutan. Sebagai generasi milenial, kita harus antimainstream, salah satunya adalah nggak ikut kena batuk berdahak dan pilek saat yang lain kena. Mau tahu caranya? Cekidot!

1. Olahraga Bersama Keluarga

Pentingnya olahraga bersama keluarga, selain menambah kedekatan juga jadi upaya menghindarkan seluruh anggota keluarga dari batuk pilek. Keluarga adalah lingkaran terdekat kita. Kalau mereka kena, kita juga bisa kena.

2. Menjaga Pola Makan

Kita memang harus pilih-pilih makanan supaya terhindar dari batuk pilek. Memang susah menghindar dari es saat udara lagi panas-panasnya, tapi kita pasti bisa. Hindari juga makanan paling menggoda sedunia: goreng-gorengan, pedas, dan chiki-chikian. Perbanyak makan sayur dan buah yang bisa membuat kita sehat.

3. Minum Air Putih

Minimal delapan gelas per hari ya Galz, bukan delapan teguk. Bubble tea, apapun merk dan semahal apapun harganya, tetap saja bukan air putih, dan nggak bisa menggantikan kebutuhan air putih di tubuh kita sebanyak apapun kita minum. Aku ada tips supaya ingat untuk minum air putih: kamu yang muslim bisa coba minum air putih setiap mau wudhu dan selesai salat, masing-masing satu gelas. Kalau konsisten, insyaallah kebutuhan air putih kamu tercukupi.

Bisolvon (4) - superduperspesial.com
Tips sehat dari Bisolvon

4. Jaga Kesehatan Tubuh

Karena tubuh kita harus beradaptasi sama perubahan cuaca di musim pancaroba begini, kita harus bantu tubuh supaya tetap fit, dan meminimalisir efek perubahan cuaca. Misalnya, sedia payung sebelum hujan, atau jas hujan. Jangan mengandalkan dede ojek payung, karena belum tentu mereka pas lagi ada. Kalau cuaca dingin, jangan lupa pakai jaket supaya tetap hangat. Jangan lupa minum vitamin.

5. Pakai Masker

Di jalanan, kita nggak pernah tahu siapa yang lagi kena batuk berdahak dan pilek. Kita tahunya kalau mereka sudah batuk atau bersin. Gimana kalau posisi orang itu ada di depan kita? Pasti nggak keburu lagi mau ambil dan pakai masker. So, buat jaga-jaga, lebih baik kita pakai masker saja, ada atau nggak orang yang batuk di depan kita. Kalau kita yang batuk, fungsinya masker supaya kita nggak menularkan ke orang lain.

6. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Bukan cuma diri, lingkungan juga harus dijaga. Apalagi, musim pancaroba begini banyak nyamuk. Khawatirnya kan, nyamuk DBD. Jangan lupa lakukan 3M sesuai saran petugas puskesmas, meminimalisir pakaian yang tergantung di pintu kamar, dan periksa sekitar supaya nggak ada air yang menggenang.

 

Lakukan Ini Kalau Batuk Berdahak Menyerang

Uhuk-uhuk itu batuk berdahak, Saudara-Saudara! Cuma, biasanya kita mengabaikan batuk. Kita sering ngeles, “Ah, baru juga uhuk-uhuk.” Terus, mau yang bagaimana yang disebut batuk? Menurut dr. Riana, hari pertama dan kedua dari uhuk-uhuk itu, kita cuek dan menganggap bukan masalah. Padahal faktanya, sudah ada virus yang bisa dengan mudah berpindah ke orang-orang di sekitar kita.

Nggak sedikit juga dari kita yang menganggap batuk itu ujian daya tahan tubuh. Cuma batuk sedikit, nanti juga sembuh karena daya tahan tubuh kita oke. Faktanya, di musim pancaroba begini, justru daya tahan tubuh lagi lemah.

Baca juga: Deteksi Dini Hepatitis, Jaga Diri Jaga Generasi

Berobat, Galz! Jangan abaikan batuk berdahak yang sekali-dua kali uhuk. Dalam dunia medis, sedikit atau banyak uhuknya, tetap saja namanya batuk. Kalau kita cuek, batuk bisa berubah jadi demam, atau yang biasa kita sebut dengan meriang. Dahak pun berubah warna jadi hijau. Kalau sudah begitu, bakalan lebih lama sembuhnya, semakin lama juga kita harus menjauh dari orang-orang sekitar dan kehilangan momen berharga.

Oh ya, ada yang tahu, mana yang duluan: batuk atau pilek?

Tenang, ini bukan tebak-tebakan ala ayam dan telur. Ini adalah hal yang kita alami kalau lagi musim pancaroba begini. Menurut dr. Riana, antara batuk atau pilek, dua-duanya sama-sama bisa duluan, karena rongganya tersambung. Kalau virus adanya di tenggorokan duluan lalu naik ke hidung, kita bisa batuk duluan baru pilek. Kalau virusnya ada di hidung terus turun ke tenggorokan, kita kena pilek duluan baru batuk.

 

Tips Memilih Obat Batuk

Kalau lagi batuk, yang gampang pasti beli obat di minimarket atau apotek-apotek, dibanding datang ke dokter. Masalahnya, obat batuk yang dijual itu banyak banget. Sekali lagi: banyak banget! Merknya macam-macam, fungsinya juga beragam. Kalau kita baru pertama kali coba beli obat batuk di minimarket, kita akan kebingungan sendiri mau beli yang mana. Ujung-ujungnya, beli yang merknya terkenal atau sering kita lihat iklannya di teve.

Galz, sebelum kita beli obat batuk, pastikan dulu jenis batuk yang kita derita, apakah batuk kering atau batuk berdahak. Meskipun sama-sama batuk, tapi masalahnya lain, dan cara kerja obatnya juga lain. Kalau batuk kering, yang ditekan itu refleks batuknya. Kalau batuk berdahak, dahaknya yang harus dikeluarkan.

Orang yang kena batuk berdahak kalau minum obat untuk batuk kering maka dahaknya nggak bisa keluar karena nggak ada refleks batuknya. Sedangkan, orang yang kena batuk kering lalu minum obat untuk batuk berdahak, obat itu jadi nggak ada fungsinya karena sistem kerja obat untuk batuk berdahak adalah mengencerkan dahak, melepaskan dari tenggorokan, lalu dikeluarkan.

Bisolvon (5) - superduperspesial.com
Pilih-pilih obat batuk

Hal yang juga penting dalam pertimbangan beli obat batuk adalah obat tersebut terdaftar di BPOM. Nomor registrasi BPOM itu biasanya ada di kemasan. So, jangan lupa buat perhatikan detil informasi yang tertulis di kemasan, dan temukan nomor registrasinya.

Supaya kita tambah yakin dengan keampuhannya memberantas batuk yang mengganggu, cari obat yang sudah teruji klinis. Kalau kita berkunjung ke dokter, kita bisa minta informasi merk obat batuk apa saja yang beliau rekomendasikan.

Satu lagi Galz, kalau yang sakit anak-anak, pastikan obatnya aman buat mereka. Amallia Sarah, seorang KOL famous, cerita, kalau bulan lalu anaknya kena batuk pilek. Karena merawat sendiri anaknya dan khawatir sama efek samping obat batuk untuk anak, jadilah anaknya diobati dengan madu dan jeruk nipis.

Emak-emak lain, pasti juga banyak yang bingung mencari obat yang aman untuk anak. Kita juga pasti begitu kalau keponakan sakit dan harus beli obat tanpa dikasih tahu merknya.

 

Kenapa Bisolvon?

Nama Bisolvon sudah nggak asing lagi di telinga kita. Di teve, iklannya sering wara-wiri. Ke apotek atau ke minimarket di seberang jalan, obatnya juga ada di display. Kenapa pilihan obat batuk, khususnya batuk berdahak, jatuh ke produk dari PT. Sanofi-Aventis Indonesia ini? FYI, kamu tahu Dulcolax dan Lactacyd, kan? Nah, itu juga produksinya PT. Sanofi-Aventis Indonesia juga, sebagaimana dijelaskan Head of Marketing Sanofi Consumer Healthcare, Adisti Nirmala.

batuk berdahak Bisolvon (6) - superduperspesial
Head of Marketing Sanofi Consumer Healthcare, Adisti Nirmala

Di acara Blogger Gathering itu, aku dapat penjelasan langsung dari Brand Representation-nya, Mega Valentia. Ternyata banyak hal tentang Bisolvon yang belum aku tahu. Ya, sebatas yang ada di iklan dan itupun kurang aku perhatikan. So Galz, mau tahu kelebihan Bisolvon? Cekidot!

1. Terdaftar di BPOM.

Kalau kita lihat kemasan Bisolvon, di situ ada nomor registrasi BPOM. Cocok kan, sama kriteria obat batuk yang harus kita pilih.

2. Tepercaya dan direkomendasikan oleh dokter.

Bisolvon sudah ada selama 45 tahun. Selama itulah Bisolvon jadi obat batuk yang teruji klinis dan direkomendasikan dokter. Malah, untuk terapi uap anak-anak yang batuk, banyak dokter yang merekomendasikan Bisolvon.

3. Banyak pilihan variannya. 

Bisolvon punya sediaan yang lengkap untuk keperluan keluarga mengobati batuk mereka. Ada:

  • Bisolvon Extra yang berfungsi mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Obat batuk untuk keluarga ini aman juga buat anak usia di atas dua tahun. Rasanya mint yang menyegarkan dan melegakan.
  • Bisolvon Kids yang khusus untuk anak-anak dengan rasa strawberry.
  • Bisolvon Solution yang bebas gula. Cocok untuk penderita diabetes yang lagi kena batuk berdahak.
  • Bisolvon tablet buat orang kayak kita Galz; sibuk, mau batuknya cepat sembuh, tapi nggak mau ribet bawa-bawa botol obat batuk syrup.
Batuk berdahak Bisolvon (10) - superduperspesial.com
Aneka sediaan Bisolvon untuk melawan batuk

4. Mengandung Bromhexine.

Bahan kandungan obat batuk itu kan macam-macam, Galz. Menurut dr. Riana, Bromhexine ini aman digunakan, even, sama penderita darah tinggi. Nggak ada efek sampingnya ke orang-orang darah tinggi. Ingat curhatan aku di atas tadi, kan? So, Bisolvon cocok buat Mami yang punya darah tinggi, supaya nggak terlalu lama absen ketemu Mbul. Lega aku tuh, aku jadi tahu obat yang tepat buat Mami kalau kena batuk berdahak.

5. Bisa digunakan sekalipun belum makan.

Sering kita lihat di kemasan obat, ada tulisan: diminum setelah makan. Biasanya, obat-obat yang ada syarat seperti itu ada kandungannya yang bisa bikin asam lambung naik. Masalahnya, kalau yang kena batuk bocah, kan mereka makannya juga susah. Jadi, gimana mau konsumsi obat kalau nggak makan? Tapi, Bisolvon nggak ada syarat itu, kok. Bocah susah makan tetap bisa minum obat.

 

Supaya Cepat Sembuh

Kalau kena batuk berdahak dan pilek, pastinya kita ingin cepat-cepat sembuh. Batuk berdahak itu menyiksa, Galz! Kadang sampai seluruh tubuh sakit. Belum lagi kalau sampai meriang. Kita saja ngerasanya nggak enak, apalagi kalau yang kena bocah.

Kalau karena batuk jadi meriang dan demam sampai suhunya di atas 38 derajat, dahaknya berubah warna jadi kuning kehijauan, susah bernapas, baik kita ataupun bocah, harus segera ke dokter. Demam dengan suhu segitu bisa menyebabkan kejang, dan dikhawatirkan ada infeksi.

Tapi kan, sebaiknya nggak sampai begitu, ya? Dari awal batuk, kita harus cepat-cepat minum obat. Nggak usah uji daya tahan tubuh. Kita nggak pernah tahu apakah tubuh kita memang fit atau lagi lemah. Minum obatnya sesuai dosis yang disarankan, ya: 10 ml tiga kali sehari untuk dewasa, dan 5 ml tiga kali sehari untuk anak-anak, selama tiga hari. Dan, yang penting, harus patuh!

batuk berdahak Bisolvon (7) - superduperspesial.com
Musim pancaroba rentan batuk berdahak

Oh ya, minum obat itu sebaiknya dihitung berdasarkan jam, bukan berdasarkan setelah makan, kecuali kalau makannya selalu tepat waktu. Jarak antara minum obat delapan jam. Jadi, kalau kita minum obat paginya jam 06.00, minum obat siangnya jam 14.00, dan minum obat malam jam 22.00, menjelang tidur.

Kalau di rumah ada bocah yang batuk, kan nggak mungkin kita suruh mereka pakai masker seharian. Nah, kitanya yang harus pakai masker supaya nggak ikutan kena rantai batuk pilek di keluarga. Jangan lupa, kitanya harus minum vitamin supaya daya tahan tubuh tetap terjaga.

 

Kata Mutiara

Hehehe, kayak waktu SD saja, ada kata-kata mutiara begini. Tapi, kata-kata dari tiga pembicara ini penting lho, sepenting kita menghindarkan diri dari batuk berdahak, supaya tetap terhubung dengan orang-orang tercinta dan nggak kehilangan momen berharga. Nah, sebagai penutup postingan ini, aku mau berbagi kata-kata mutiara itu ke all readers yang sudah bersabar baca sampai sini. Mudah-mudahan ilmunya bermanfaat, ya. C u di next postingan!

“Kalau anak sakit, jangan panik, cari-cari informasi.” – Amallia Sarah

“Kalau batuk jangan tunda-tunda cari pengobatan.” – dr. Riana Nirmala

“Di masa pancaroba, kalau batuk menyerang, cepat minum Bisolvon supaya kembali  dekat dengan keluarga dan pekerjaan.” – Mega Valentia

Batuk berdahak Bisolvon (8) - superduperspesial.com

4 Comments

  • leilaniwanda

    Nyuruh anak pakai masker itu memang tantangaannn banget sih :D. Ingat dulu pernah mudik nyaris full aku pakai masker walaupun sedang tidur dan itu engapnyaaa ma sya Allah tapi ya demi yaa mengurangi potensi penularan.

    • Iecha Hakim

      kuat banget pake masker selama itu. Secara, aku pake bolak-balik Jakarta-Depok doang aj udah eungap n sulit bernapas. Tp bener siy, daripada kita ketularan orang ato orang yg ketularan kita. Apalagi kalo d tempat2 rame kan, lebih banyak virus n bakteri beterbangan

  • Visya

    Suka sama kata kata mutiaranya. Kak Echa bisa aja nih, notice banget. Hehe. Btw batuk berdahak memang mengganggu banget euy, aki jadi ga bs deket2 si bayi ;(

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: