Lifestyle

Ini Dia, 5 Kriteria Tempat Shopping Asyik

Hai Gals, apa kabar? Kali ini saya mau bagi-bagi cerita tentang belanja, nih. Namanya juga cewek kan ya, hobi belanja, apalagi belanja pakaian, bukan hal aneh lagi. Kantong terkuras bukan masalah, yang penting hati senang hehehe.

Tapi, kadang nyesek juga lho, kalau kantong terkuras dalam, tapi barang yang didapat cuma satu atau dua. Bagi sebagian orang, hal itu nggak jadi masalah, karena mereka melihat merk atau harga psikologis. Saya sih nyesek. Jujur, saya tipikal orang yang nggak peduli sama merk. Yang penting nyaman dan dapatnya banyak. Toh, nggak ada juga yang sengaja-sengaja ngelongok ke leher buat lihat labelnya.

 

Kriteria Tempat Asyik Belanja

Namanya suka belanja, saya jadi punya pengalaman menyambangi pusat-pusat perbelanjaan. Ada orang yang bilang di tempat A harganya murah dan barangnya bagus, saya ke situ. Yang lain rekomendasiin tempat lain, saya ke situ juga. Pokoknya, saya coba-coba belanja di berbagai tempat. Sampai akhirnya, saya punya kriteria sendiri tentang tempat yang asyik buat belanja. Mau tahu?

1. Transportasi mudah
Meskipun sekarang zamannya transportasi online, tetap aja akses transportasi konvensional harus ada. Karena saya tinggal di Depok, saya cari yang bisa dijangkau Trans Jakarta atau Commuter Line. Biasanya saya berangkat pakai angkutan umum, pulangnya baru naik transportasi online.

2. Harga murah
Ini penting buat saya. Yah, mengingat tipikal belanja saya yang seperti itu. Kalaupun harganya nggak terlalu murah, yang penting bisa dinego. Ada keseruan sendiri yang saya nikmati saat hunting barang-barang harga miring, atau aksi tawar-menawar. Meskipun tetap, saya berprinsip kalau nawar jangan sadis-sadis supaya penjualnya ridho, bukan redo (rela tapi dongkol).

3. Tempat nyaman
Meski isi kantong nggak seberapa, tetap dong, cari tempat belanja yang nyaman. Nggak mentang-mentang murah, tempatnya juga seadanya. Saya biasanya suka pusat perbelanjaan yang koridornya luas. Jadi, sekalipun ada yang lagi merapat di kios, orang yang mau melintas di situ jalannya nggak miring-miring. Oh ya, satu lagi yang penting: ada tempat solat yang layak.

4. Banyak pilihan
Meski kebanyakan pilihan seringnya bikin bingung, tapi saya suka kalau belanja di tempat yang banyak pilihannya. Saya bisa leluasa cari model-model pakaian dan warna, sampai ketemu yang benar-benar pas di hati, tubuh, dan tentu saja kantong.

5. Ada tempat makan
Keliling-keliling pusat perbelanjaan itu buat saya adalah bentuk lain dari olahraga. Keasyikan keliling, lihat ini-itu, tawar ini-itu, suka bikin lupa berapa jarak yang sudah ditempuh kalau jalannya lurus saja. Ditambah lagi, membawa tentengan hasil belanjaan. Lapar sudah pasti. Kalau harus ke luar dulu untuk cari makan, rasanya malas. Apalagi misalkan masih ada barang yang mau dicari. Karena itu, saya suka banget sama pusat perbelanjaan yang ada tempat makannya, entah itu mini resto atau foodcourt, dan harganya nggak bikin meringis.

 

Kan, Sekarang Musim Belanja Online

Betul banget, sekarang musim belanja online. Cukup duduk manis di depan laptop, buka toko-toko online, klik barang yang mau dibeli, transfer, tinggal tunggu barang dikirim. Mudah.

Tapi, biarpun mudah, tanpa ongkos, tanpa ongkir, saya tetap saja lebih suka belanja langsung ke pusat perbelanjaan. Malah saya galau, kalau semua toko jadi online, saya mau belanja di mana?

Buat saya, belanja secara konvensional ada keasyikan tersendiri. Saya menikmati banget jalan di koridor pusat perbelanjaan sambil lirik kanan-kiri, pegang-pegang pakaian yang dipajang buat tahu bahannya, tanya-tanya harga, dan tawar menawar sama penjualnya. Saya excited bawa hasil belanjaan pulang, dan dilihat-lihat lagi di rumah.

Saya pernah coba belanja pakaian online tiga kali. Tiga-tiganya beli gamis kondangan, di toko yang berbeda, dan tiga-tiganya mengecewakan. Ujung-ujungnya jadi harus keluar uang lebih. Selain itu, saya juga nggak bisa menikmati keseruan khas dari belanja.

 

Tempat Favorit Saya

Ada satu tempat perbelanjaan yang jadi favorit saya. Namanya Thamrin City, di daerah Kebon Melati, Tanah Abang. Dari Depok, saya biasa naik Commuter Line sampai stasiun Karet dan lanjut naik angkot 03 sebentar, atau kalau lagi niat olahraga saya turun di stasiun Sudirman dan jalan kaki. Saya pilih tempat ini karena lima kriteria tadi ada di sini semuanya.

image

Barang-barang di sini, meski harganya miring, tapi kualitasnya nggak sembarangan. Murah, tapi nggak murahan. Gila banget kalau urusan harga di sini. Ibu saya pernah beli set gamis harga 80k di sini. Waktu mampir ke tempat lain di Depok, ada yang jual dengan motif dan bahan yang itu-itu juga. Harganya dibanderol 150k.

Di sini, kios-kiosnya terbagi berdasarkan kategori Ada Pusat Batik Nusantara, yang koleksi batiknya kece-kece, sampai yang obralan pun kece. Ada Pusat Busana Muslim, yang paling sering saya pijak. Ada Ladies Market yang isinya butik-butik. Ada Pusat Oleh-Oleh Haji, tapi saya belum pernah saya pijak hehehe. Ada juga Pasar Tasik tiap Senin – Kamis, dan bukanya jam 05.00. Tempat makan? Sudah pasti ada.

Pernah, suatu pagi, jelang perpisahan di tempat kursus, saya diamanahi beli hadiah buat empat instruktur. Saya bingung, mau beli di mana. Terus, ingat di Thamrin City ada Pasar Tasik. Saya ke situ sama teman. 07.30 saya sudah di Pasar Tasik yang di Basement. Dan benar, sudah buka dan sudah ramai. Kami belanja baju koko dan hijab dengan mudah, dan langsung ke tempat kursus.

image

Thamrin City ini sebenarnya luas banget. Pertokoannya ada lima lantai, terbagi sisi kiri dan kanan. Tapi, jujur, belum semuanya saya pijak. Saya biasanya berputar-putar di Pusat Busana Muslim saja. Itupun bisa seharian hehehe. Saya baru tahu kalau ada yang dagang handphone dan aksesorisnya juga di lantai 3 karena teman saya ngobrol sama security. Jadi malu, padahal saya sering ke situ.

Buat saya, Thamrin City itu surganya belanja murah. Kenyamanannya bikin saya betah seharian muter-muter di situ. Bukan sekali-dua saya masuk Thamrin City pagi-pagi pas baru buka dengan tangan kosong, dan keluar sore hari dengan dua tentengan yang lumayan. Pegal? Urusan belakangan! Yang penting hati senang.

Apalagi kalau menjelang Lebaran. Pernah, saya dan ibu belanja di tempat lain. Okelah, harga murah. Tapi, panas dan berdesakan. Ditambah, kondisi lagi puasa. Kami hampir pingsan. Ujung-ujungnya, kami balik ke Thamrin City lagi, borong lagi. Cari seragam buat Lebaran juga jadi lebih gampang ketemu karena tubuh dan pikiran nggak stres karena berdesakan.

image

Pokoknya Thamrin City itu favorit saya banget. Kalau ada kerabat dari luar daerah yang datang dan ngajak belanja, saya bawanya ke Thamrin City. Saya juga sering lihat, bus-bus wisata bermuatan emak-emak menepi di Thamrin City. Dengan kualitas barang, kenyamanan, dan harga miring, nggak salah kalau mereka memilih Thamrin City buat wisata belanja. Istilahnya, belanja untung.

Nah, itu pengalaman saya belanja. Kalau pengalaman kamu apa? Yuk, share!

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: