Uncategorized

Iqro Whatsapp

Membaca itu perintah Allah yang turun pertama kali, adanya di ayat pertama surah Al-‘Alaq. Waktu ayat itu turun, belum ada yang namanya Whatsapp. Malah mungkin orang Quraisy gak pernah kebayang bisa ngobrol sama penduduk suku lain, tanpa perlu keluar rumah, tanpa naik onta berhari-hari.

Sekarang, zamannya udah canggih. Mau ngobrol sama temen di Amerika, tinggal gerakin jempol. Selagi kuota cukup, jarak bukan masalah. Malah bisa saling tatap lewat video call. Sebentar lagi, jangan-jangan bisa ada hologramnya di depan mata.
Sayangnya, si “Iqro” ini ketinggalan, entah di zaman yang mana. Ramainya lalu lintas di Whatsapp dengan banyaknya grup atau obrolan pribadi kadang bikin kita males baca detil obrolan dan informasi yang dibagi.
Hasilnya, ada informasi yang repost, ada pertanyaan “kapan” padahal di pengumumannya udah jelas, ada yang posting hoax meskipun di atasnya udah disebut info itu hoax, dan sederet pertanyaan-pertanyaan lain, yang harusnya gak perlu ada.
Zaman saya di PPKD Jaksel, pengurusnya selalu bilang “Iqro” tiap kali ada yang nanya apa yang udah ada di informasi sebelumnya. Misalnya aja, soal seragam, jam masuk, warna sepatu, dan sebagainya. Dia gak ngomong apa-apa selain “Iqro”. Sampai akhirnya saya dan temen-temen mengabadikan itu dalam film pendek buat kelulusan, yang judulnya juga “Iqro”.
Budaya instan gak berarti juga bikin kita males baca, khususnya informasi yang dibagiin di Whatsapp. Sebelum ngebagiin sesuatu, cek lagi apa udah diposting atau belum. Di Whatsapp ada fitur “Search”. Kalau ada informasi yang dateng, dibaca dulu baik-baik. Kadang, dengan banyaknya grup dan grupnya juga rame, bikin kita males buat mendaki.
Saran aja, kalau gak tau awal mulanya, mending jangan ikutan, daripada nyasar, kecuali kalau emang kita rajin buat scroll up. Omongan kita yang gak nyambung, pertanyaan kita yang gak perlu, percayalah, itu bisa bikin orang lain kesel.
Sebelum itu terjadi, iqro!

Aplikasi itu memudahkan kita untuk menyambung silaturrahmi. Jangan sampai malah berbalik jadi lahan memutus silaturrahmi.

*pic cr: allaboutwindowsphone

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: