freelance, freelancer
Blogging,  Lifestyle

Jadi Freelancer? Siapa Takut? Cek Bekalnya dari Teh Ani Berta

Jadi freelancer itu asyik, Galz! Kerja bebas tanpa ikatan waktu atau ikatan tempat. Kita bisa mengerjakan pekerjaan yang kita suka sambil tidur-tiduran juga. Dijamin, bebas dari tua di jalan, atau berdesakan di angkutan umum.

Ada ya, pekerjaan begini? Ada, dong! Meski sebagian orang bilangnya bukan pekerjaan, tapi tetap saja ada penghasilan yang didapat dari situ. Dan jika diseriusi, hasilnya tidak kalah sama yang kerja kantoran.

Salah satu contoh sukses dari bekerja sebagai freelancer adalah Teteh Ani Berta. Sosoknya aku temui di acara Blogger Dating Komunitas Indonesia Social Blogpreneurship (ISB) bareng Azalea -produk shampoo spesial buat hijabers- Selasa, (10/4) di Foodtopia, Tebet. ISB adalah komunitas yang beliau dirikan, dan fokus pada “oleh-oleh” ilmu untuk para blogger.

 

Kisah Sang Freelancer Sukses

Teh Ani -kita sebut saja begitu- sudah lima tahun menjalani profesi sebagai freelancer, khususnya blogger. Sebelumnya, beliau adalah seorang akuntan mapan. Dengan keyakinan dan ketetapan hatinya, beliau memutuskan untuk resign dan menjadi freelancer.

Ani Berta di Workshop bareng ISB dan Azalea
Teh Ani Berta, freelancer sukses

Apakah mudah? No! Banyak yang berkomentar tajam dengan keputusannya; bagaimana beliau akan bertahan tanpa pekerjaan, dan harus menghidupi anaknya sebagai single parent. Apalagi,  imej ‘bekerja’ bagi orang Indonesia adalah berangkat pagi, pulang malam, dan punya penghasilan bulanan. Nyaris tak ada kata freelance dalam kamus orang Indonesia.

Tekad kuatnya berhasil mematahkan semua omongan itu. Terbukti, sekarang beliau adalah freelancer sukses yang terlibat untuk pekerjaan content writer dan social management di puluhan perusahaan, mapan, pun anaknya bersekolah di sekolah terbaik.

 

Mau Jadi Freelancer? Yuk, Persiapkan Hal Ini Dulu!

Iri? Mupeng? Mau resign juga? Eh, wait! Orang Jawa bilang, ojo kesusu. Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan sebelum resign. Tips ini dibagi langsung sama Teh Ani. Apa saja? Cekidot!

1. Tabungan Cukup
Saat baru resign dan jadi freelancer, pasti ada masa adaptasi. Pekerjaan dan penghasilan lama sudah tidak ada, sedangkan pekerjaan dan penghasilan baru sebagai freelancer belum jelas. Ke mana kita harus menggantungkan diri? Ke orang lain tentu mustahil. Untuk itulah, tabungan kita diperlukan.

Teh Ani mempersiapkan bekal finansialnya selama dua tahun sebelum beliau resign. Dalam waktu itu, beliau menyapkan tabungan, deposito, juga anggaran rencana pendidikan anaknya. Dengan persiapan yang matang, masalah finansial dalam masa peralihan itu dapat teratasi dan berjalan dengan baik.

2. Temukan Potensi Diri
Percaya atau tidak, setiap kita memiliki keunikan dan potensi masing-masing. Jika keduanya digabungkan, maka akan jadi suatu perpaduan yang dapat mengantar kita pada kesuksesan. Nah, kita punya tugas untuk menemukan keunikan dan potensi itu, yang kadang tidak kita sadari.

Misalnya, kita suka icip-icip makanan, dan lidah kita sensitif dengan rasa. Bisa jadi kita memiliki potensi untuk jadi pebisnis kuliner. Kalau selain itu kita juga suka menulis, mungkin kita berbakat jadi blogger kuliner atau reviewer makanan. Eksplorasi, dan temukan passion  kita.

Baca juga: 7 Resep Jadi Blogger Produktif ala Coach Jun Joe

3.  Asah Kemampuan
Setelah kita tahu potensi diri, saatnya kita mengasah dan mengembangkan potensi tersebut. Potensi yang terasah akan membentuk imej diri seperti apa yang kita ingin orang mengenal kita.

Kalau kita ingin dikenal sebagai seorang travel blogger, misalnya, yang harus kita lakukan adalah jalan-jalan, dan jangan menunggu jalan-jalan gratis. Demi membangun dan menguatkan imej tersebut, tidak ada salahnya kita merogoh kocek demi membiayai jalan-jalan.

4. Manfaatkan Workshop Online dan Offline
Sekarang ini, aneka workshop menjamur. Kita bisa memanfaatkan workshop-workshop itu untuk menambah ilmu. Kalau kantong kita tipis, kita bisa cari yang gratis. Ilmu yang didapat juga tidak kalah dengan yang berbayar. Dan, dari semua itu, yang terpenting adalah bagaimana kita mengaplikasikan semua ilmu yang sudah kita timba, agar kemampuan semakin meningkat.

Kalau kita tidak bisa hadir ke workshop karena masih terikat kantor dan belum resign, kita bisa ikut workshop online lewat webinar atau kulwa. Jangan lupakan Youtube yang menyediakan beragam tutorial yang kita butuhkan. Di era digital, semua hal menjadi mudah, termasuk menimba ilmu. Kita cukup menyediakan diri, membuka pikiran, menyerap ilmu, dan -sekali lagi- praktikkan!

Ani Berta di Workshop Azalea dan ISB
“Keyakinan dan tekad kuat mematahkan omongan orang-orang,”

5. Perbanyak Portofolio
Sebelum orang memberi amanah pekerjaan freelance ke kita, orang akan melihat portofolio kita dahulu untuk menimbang-nimbang apakah kita cocok untuk mendapatkan pekerjaan tersebut atau tidak. Mereka mengeetahui tentang kita tentunya dari portofolio tersebut.

Meskipun belum dan masih mempersiapkan resign, tidak ada salahnya jika kita juga mempersiapkan portofolio yang sejalan dengan potensi dan kemampuan yang kita miliki. Dengan begitu, orang akan lebih mudah melihat imej dan kapasitas kita.

6. Awali dengan Menjadi Volunteer
Jika kita punya waktu luang dan kapasitas, ada baiknya kita manfaatkan untuk mejadi volunteer untuk komunitas sosial dan tidak dibayar. Hal ini tentu akan menambah portofolio kita dan bernilai positif. Secara tidak langsung, imej yang muncul tentang kita ikut positif.

Teh Ani pernah bergabung jadi volunteer di dua komunitas: Komunitas Kami Anak Bangsa (KKAB) -yang berkontribusi dalam penyebaran buku bagi anak-anak Indonesia-, dan Serempak milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Berbekal kemampuan menulis, beliau mengelola web dan sosial media, menyebarkan tentang komunitas yang beliau ikuti. Hingga donatur berdatangan, dan buku-buku tersebar ke seluruh Indonesia.

7. Perluas Networking
Tidak ada yang bisa memungkiri the power of networking. Dari lingkungan pertemanan kecil, lama kelamaan akan terus berkembang dan mengembangkan potensi seiring bertambahnya teman-teman.

Cara paling mudah adalah duduk berbaur dalam suatu acara. Dengan begitu, kita akan mendapat teman-teman baru, dengan lingkungan dan kemampuan yang berbeda dengn apa yang kita miliki. Jangan lupa untuk bertukar akun media sosial atau kartu nama, lalu catat di buku supaya tidak hilang. Tidak ada yang tahu jika nanti kita akan saling membutuhkan.

*****

Apalah arti sebuah teori tanpa kita praktikkan? Kamu-kamu, baik yang sudah berniat resign, yang terkompori untuk resign, atau yang memang sudah resign, mari kita praktikkan ilmu dari Teh Ani.

*masih banyak ilmu lainnya. Insyaallah kapan-kapan di-share lagi.

One Comment

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: