Uncategorized

Jalan-Jalan? Bagi-Bagi!

Kita pasti suka jalan-jalan. Apalagi, kalau otak lagi suntuk dan pikiran lagi mumet, jalan-jalan adalah cara asyik buat meredakan semua itu. Pulang jalan-jalan, otak kembali segar, dan kita siap untuk beraktivitas seperti semula.

Setiap pulang jalan-jalan pasti ada yang minta dibagi oleh-oleh. Satu-dua orang, okelah. Satu gank, okelah. Tapi, kalau banyak orang, bagaimana?

Jangan bingung dulu! Bagaimana kalau kita bagi-bagi cerita perjalanan saja? Setiap perjalanan pasti meninggalkan kesan yang enggan kita lupakan. Berbagi cerita tentu jadi hal yang menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi kalau cerita itu bisa dinikmati banyak orang.

Salah satu cara agar kita bisa berbagi cerita jalan-jalan ke banyak orang adalah dengan menuliskannya. Dengan ditulis, bukan cuma teman-teman kita yang baca, tapi orang-orang yang kita tidak kenal pun bisa ikut menikmati cerita jalan-jalan kita. Kita juga tidak perlu repot-repot mengulang cerita tiap ada yang tanya. Pun, kesan kita terhadap perjalanan itu terdokumentasi manis dalam tulisan.

Nah, kebeneran, saya bawa oleh-oleh dari Workshop Menulis Catatan Perjalanan. Materinya disampaikan oleh Mbak Rahmadiyanti, di Munas 4 FLP. Pengalaman beliau jalan-jalan udah banyak banget, dan semuanya ditulis. Cara nulisnya gimana? Tenang, saya akan bagikan oleh-oleh ini buat teman-teman semua, supaya teman-teman juga bisa berbagi cerita perjalanan.

Yuk, cekidot!

1. Ajak pembaca untuk merasakan apa yang kita rasakan
Nah, ini cara asyik supaya catatan perjalanan kita bisa dinikmati pembaca. Kita harus punya strategi supaya pembaca ikut ada di tempat yang kita datangi. Caranya adalah menjadi mata dan telinga buat mereka. Kita tulis apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan

2. Tulis dengan angle yang berbeda
Misalnya, kita tertarik dengan sejarah, kita bisa mengambil angle yang membahas hal-hal bersejarah di kota yang kita kunjungi. Kita cari tahu tentang tempat-tempat bersejarahnya, eksplorasi, dan tuangkan dalam tulisan. Bisa juga kita mengambil angle dari perjalanan kita yang berbeda, misalnya dengan naik sepeda di suatu kota.

3. Apa yang kita alami bisa menjadi penunjang dan jadi khas tersendiri di tulisan
Mbak Rahmadiyanti cerita, waktu beliau piknik ke Sumatera, itu pas kabut asap. Kepulangan ditunda karena pesawat delay terus, sampai akhirnya beliau pulang naik bus. Pengalaman seperti itu belum tentu dialami orang lain juga. Kalau kita tulis, pasti tulisan kita akan berbeda.

image
Yang fotoin Teh Lia Z. Anshor

4. Cari kekhasan dari kota yang dikunjungi
Setiap kota, pasti punya ciri khas masing-masing. Kekhasan itu, kalau ditulis, akan membawa pembaca “berpijak” di kota yang kita ceritakan itu. Keunikan-keunikan tiap daerah atau negara juga akan menambah pengetahuan bagi pembaca. Jangan takut nyasar selagi mencari kekhasan itu. Semakin nyasar, semakin banyak ilmu yang didapat.

5. Gali sebelum tiba di kota tujuan
Kita pasti bingung kalau ingin jalan-jalan ke suatu kota tapi blank. Kita tidak tahu ada hal-hal menarik apa di sana, ada peraturan apa saja, dan bagaimana cara terbaik menikmati kota tersebut. Ada baiknya, kita cari tahu dulu tentang kota tersebut. Dengan begitu, kita juga bisa tahu angle yang menarik untuk kita bagikan ke orang-orang.

6. Buat judul antimainstream
Judul yang berbeda dari biasanya akan menarik pembaca ke postingan kita, menyedot mereka ke dalam tulisan, dan “melempar” mereka ke tempat yang kita ceritakan. Jangan takut mencari judul. Mbak Rahmadiyanti bahkan menulis judul yang mengajak pembacanya ikut tersesat di kota yang beliau kunjungi.

7. Hal-hal menarik menambah catatan perjalanan
Dalam perjalanan, kita pasti menemukan hal-hal menarik dari kota yang kita kunjungi. Hal menarik itu akan menambah kaya tulisan kita.

Nah, itu cara asyik berbagi cerita perjalanan kita. Mudah, kan? Yuk, kita praktikkan! Ambil alat tulis, dan tulis catatan perjalanan kita. Jangan lupa, sertakan fotonya ya, biar tambah ciamik.

image
Mbak Rahmadiyanti yang tengah

12 Comments

  • leilaniwanda

    Betul banget Mba, banyak yang bisa digali dari suatu perjalanan, bisa jadi lebih dari satu tulisan malah. Tapi ya itu, kalau saya sering ada faktor sok gak sempat, hehehe. Sayang ya, padahal. Terima kasih atas tipsnya, bikin makin semangat…

  • Dian Restu Agustina

    Dulu sebelum punya blog, saya malu share di sosmed, karena sering di komen, jalan mulu ya..apalah-apalah..Tapi semakin ke sini selalu ditulis di blog…dan berusaha detil. Dengan tujuan siapa tahu ada yang perlu infonya 🙂

  • April Hamsa

    Senengnya ketemu Mbak rahmadiyanti yg hobinya keliling2 😀
    Itulah sebabnya saya bikin blog satu lagi khusus niche traveling supaya bisa bagi2 cerita jg ke org, tanpa maksud pamer 😀

  • febriantidewi

    Bener mbak… Angle yg menarik mesti digali ya dalam traveling.. Bikin story antimainstream… Susah2 gampang dan terkadang takes time (kalau sayaa loh) hehehee. Tfs yaa mbak

  • vivi erma

    Mbak.. aku jadi kepengen jalan-jalan nih , hayoo tanggung jawab wkwkw anyway, jazakillah khair informasi tips menulis artikel perjalanannya ya. Mudah-mudahan bisa saya realisasikan dalam waktu dekat. Duluu jaman anak-anak masih di bawah 3 tahun, sering banget dapat rejeki jalan-jalan gratis, tapi kok malah ribet dan riweuh ya, fokusnya sm anak2, jd g pernah bisa explore menyeluruh dan boro-boro menuangkan pengalaman lewat tulisan. Hihi

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: