Entertainment,  Music

Kangen 5 Band Ini

Tahun 2000-an sepertinya jadi masa-masa keemasan buat musik Indonesia. Band-band berkualitas, dengan single keren-keren, menjamur. Pada masa itu juga, musik Indonesia belum “terkontaminasi” musik-musik Melayu, atau plagiat lagu Korea.

Di antara band-band itu, ada band lama yang masih benderang sampai sekarang -sebut saja Dewa 19, KLa Project, Gigi, Sheila on 7-, dan ada juga yang bikin kangen. Masih adakah mereka sekarang?

Inilah 5 band ngangenin versi Iecha:

1. Jikustik

image

Band asal kota yang sama dengan Sheila on 7 ini pas pertama muncul sempat dibilang mirip KLa Project. Gara-garanya, vokal Pongki di lagu “Maaf” mirip vokalnya Katon. Untungnya, mereka punya stok vokalis lagi. Di single berikutnya, “SKTD“, Icha yang jadi vokalis. Beda banget sama Katon, kan.

Uniknya band ini adalah mereka bikin lagu romantis tanpa kata cinta, dalam bahasa Indonesia atau lainnya. Mereka konsisten dengan konsep kayak gitu dari album pertama trilogi pertama (Seribu Tahun, 2000) sampai album ke tiga trilogi ke dua (Malam, 2008), termasuk 3 lagu di album Kumpulan Terbaik (2005).

Sayang, setelah album Malam, Pongki gak ada lagi di Jikustik. Ciri khas itu lenyap. Tahun 2011, Jikustik meluncurkan album baru dengan vokalis baru -Brian-, dengan single “Untuk Cinta”.

2. Element

image

Konon, band ini isinya para cover boy. Enak banget dilihatnya. Dari mulai Lucky Wija, Ronny Setiawan, Arya Adhi, dan Didi Riyadi. Setelah Ronny Setiawan meninggal dunia, posisinya diganti sama Ferdy Tahier, yang ganteng banget juga.

Element itu bisa dibilang paket kumplit. Membernya ganteng, lagunya enak. Sepanjang denger lagunya, kayaknya belum pernah ada yang mengecewakan telinga. Lagu-lagu kayak “Cinta Tak Bersyarat“, “Cinta Yang Lain”, dan “Rahasia Hati”, cocok banget buat yang mau garuk-garuk tembok.

Tahun 2014, Element masih keluarin album Save The Best For Last, yang isinya lagu-lagu hits mereka. Beberapa lagu di sini masih ada yang featuring. Tapi, gak sebanyak di album Terang. Sayang, album mereka itu cuma dijual di restoran ayam.

3. Dygta

image

Nah, kalau mau garuk-garuk tembok lebih dalam lagi, dengerin lagunya Dygta. Meski isi album mereka gak seluruhnya cerita tentang kegalauan para lelaki, tapi konon, lagu-lagu mereka yang masuk chart adalah yang berkisah tentang kegalauan.

Hits pertama mereka, “Karena Ku Sayang Kamu”, bercerita tentang LDR, dan cowoknya galau banget. Hits selanjutnya ada “Tak Mungkin Ku Melepasmu”, “Tak Bisa Memiliki“, “Pecundang Sejati”, dan “Kesepian”. Udahlah, gak perlu diceritain lagi lagunya tentang apa. Pokoknya mah cocok banget buat menemani garuk-garuk tembok.

Tahun 2015, mereka rilis single lagi, meski ganti label, dan ganti beberapa personil. Judul albumnya Cinta Aku Menyerah. Duh Akang, jangan menyerah dulu atulah. Masih banyak yang butuh ditemani garukin tembok.

4. Caffeine

image

Berasal dari kota yang sama dengan Dygta, Caffeine pernah terkenal banget pada masanya. Konon, sampai dapet Double Platinum buat album “Hijau”, atau album ke dua mereka. Lirik romantis dan musik yang manis jadi perpaduan andalan band ini.

Pertama muncul dengan single “Kau Yang Tlah Pergi”, Caffeine belum terlalu menarik perhatian. Baru pas rilis single “Hidupku Kan Damaikan Hatimu” banyak perhatian yang tertuju ke mereka. Video klipnya itu lho, kejar-kejaran di mercusuar.

Setelah ditinggal 2 membernya -Yandi (2006) dan Dani (2013)- menghadap Sang Pencipta, Caffeine masih rilis 1 single religi (Mengingat-Nya, 2014). Sekarang, mereka udah gak pake label-labelan lagi, tapi pake jalur indie. Berarti, kalau mereka launching album lagi, gak akan ada di restoran ayam.

5. TIC

image

Kayaknya gak banyak yang tahu sama band asal Surabaya yang satu ini. Padahal, lagu-lagunya keren. Single pertama mereka judulnya “Tidak Jelas”, diambil dari album dengan judul yang sama. Nasib album dan single-nya juga sama: tidak jelas.

Baru di album ke dua, Terbaik Untukmu, nama mereka mulai diperhitungkan. Dari album itu, mereka keluarin 3 single, yaitu “Terbaik Untukmu”, “Perbedaan”, dan “Semestinya Kita”. Produser album ini juga keren: Ahmad Dhani Prast! Di album ke tiga mereka, Suara Anak Adam, ada lagu keren yang isinya bukan cinta-cintaan. Judulnya “Mata Hati“, yang ceritain fungsinya mata hati bagi kehidupan manusia.

Kayaknya band ini juga termasuk band dengan mantan personilnya paling banyak. Dari tahun 1997 sampai sekarang, udah ada 11 mantan. Erwin Prast, yang pernah jadi member Dewa 19 dan KLa Project, ternyata juga pernah jadi member TIC. Sejak tahun 2014, membernya cuma Ogie dan Rian. Dan, sejak tahun itu juga, mereka memutuskan buat ngerilis album versi digital.

5 band itu sekarang benar-benar ngangenin. Banyak yang bilang mereka udah pada bubar, saking susahnya dicari. Apalagi, label-label rekaman juga mulai tergerus, bukan cuma karena pembajakan, tapi juga karena maraknya album digital. Keberadaan mereka juga udah tergerus sama band-band baru yang, yah, kadang gak jelas juga.

Tapi, itulah. Roda berputar. Dulu mereka ada di atas, sekarang ada di samping atau di bawah, dan berharap mereka bisa ada di atas lagi. Semoga era digital ini membawa keberuntungan dan kebaikan bagi mereka, dan mengobati kangen orang-orang yang pernah jadi fans mereka.

*gambarcovernyagakusahdiambilhati 😁

23 Comments

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: