blog dicpoas - Superduper Spesial
Blogging,  Hobby

Kesel Postingan Blog Dicopas? Coba Cara Ini

Blog dicopas itu ngeselin. Kita udah capek-capek nulis, eh tiba-tiba ada orang yang seenaknya aja main salin ke blognya. Masih bagus kalau ada link ke blog kita, atau minimal ada nama kita kesebut di situ sebagai penulis. Kalau nggak ada? Duh, sakitnya tuh di sini, di sini, dan di sini.

Kejadian kayak gini marak banget. Apalagi kalau tulisannya berbentuk fiksi. Aku dan sejumlah teman pernah mengalami hal begitu: sebagian temen ada yang rajin copas dan cuma ganti nama tokohnya aja, sebagian lagi langganan di-copas. Tapi, kalau di-copas, mereka bisa apa selain meramaikan postingan itu dengan komentar, “Woy, copas!”. Kalau ditegur langsung lewat japri, seringnya susah, gak ditanggapi, dan gak mau ngaku.

Aku juga pernah ketemu postingan yang copas gitu. Nyebelinnya, di postingan itu dia tulis disclaimer kalau tulisan itu punya dia dan dilarang copas. Eh, setelah diselidiki, ternyata karya itu hasil copas. Gemes? Banget! Pengen santet online aja rasanya, karena udah mencederai dunia kreativitas.

Mas Jun Joe lagi jelasin tentang all about blog, termasuk tentang copas-copasan

Nah, di acara Workshop Blogger FLP Jakarta, Mas Jun Joe Winanto, pembicaranya, ngasih tips asyik supaya blog gak di-copas.

Cara pertama supaya postingan kita gak di-copas adalah denga bikin disclaimer ketentuan copas. Misalnya, gak boleh copas dengan alasan apapun, atau boleh copas kalau udah izin, atau –kayak blog ini– boleh copas asalkan bukan PR, reveiw, atau semacemnya.

Baca juga: Membaca dan Menulis di Zaman Now

Kalau cara ini gak berhasil, samperin orang yang copas. Ya gak harus face to face dulu, sih. Bisa disamperin via e-mail atau Whatsapp kalau punya nomor orangnya. Kasih tahu kalau dia copas postingan kita. Jangan lupa kasih bukti-bukti yang jelas, yang bikin dia gak bisa berkelit. Terus, minta dia tarik postingan.

Masih belum berhasil juga? Ramein di sosmed! Ingat gak, beberapa waktu kemarin terungkap ada orang yang copas tulisan orang lain dan dibuat di media? Bukan satu atau dua, tapi sampai dua puluh postingan. Ramailah di sosmed. Yang bersangkutan akhirnya minta maaf setelah di-bully rame-rame.

Kalau misalkan masih kurang heboh, temen-temen kita pun gak peduli kalau kita jadi korban copas, atau orang yang copas-nya batu, inilah saatnya kita lapor ke Google. Caranya, klik ini. Tulis juga link ori punya kita, dan link yang isinya copas-an dia. Nanti Google yang akan hapus postingan itu dari kolom pencarian. Malah bukan cuma postingannya, tapi blognya juga. It’s work!

Simpel, kan?

Tapi sih, aku saranin supaya ikhlas aja. Ikhlasin postingan yang di-copas orang. Kalau emang postingan itu ada ilmu yang bermanfaat, seenggaknya, dia jadi jalan pahala buat kita. Tetep kita juga kan, yang dapet. Percayalah, berkah dan rizki gak akan ketuker.

Orang itu dapet dosa karena udah bohong ke orang lain tentang kepemilikan karya itu, tapi kita dapet pahala dari ilmu yang kita tulis, dan kesebar ke mana-mana. Alhamdulillah kalau misalkan ada yang bener-bener pake ilmu itu, tambahan rizki lagi. Enak, kan?

Oke, mari kita semangat menulis! No more worries about copas-copas-an. Sekali lagi: jangan lupa disclaimer-nya, ya.

*pict cr: www.sodapdf.com
*pic Mas Jun cr: me

One Comment

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: