K-Popers Zaman Old - Superduper Spesial
Entertainment,  Music

Nostalgia K-Popers Zaman Old

Hari ini, pas buka Instagram, ternyata lagi rame bahas fandom “Tentara”. Bukan cuma satu atau dua akun yang bahas, tapi beberapa akun, dan komennya penuh semua. Tiba-tiba kepo, ada apa sama Army? Apa perang lagi sama Aeris? Duh, kok perasaan K-Popers zaman now kerjaannya tebar mawar melulu?

Sebagai K-Popers zaman old, gak jarang kita gemas sendiri sama kelakuan para fans Gen 3. Hampir setiap hari ada saja hal-hal yang ramai dibahas. Contohnya kemarin, waktu ada salah satu fandom melarang radio di Amerika memutar lagu yang bukan dari idolnya, karena mereka merasa idolnya yang membuka jalan masuknya K-Pop ke Amrik, dan yang lain hanya numpang tenar. Padahal nyatanya, jauh sebelum mereka debut, para Gen 2 sudah wara wiri di Amrik, dari mulai live di acara teve, sampai konser seperti yang dibuat SM di Madison Square Garden.

Heuheu lupakan, lupakan. Main klaim itu berat, kita gak akan kuat, biar mereka saja. Kita bernostalgia kuy, tentang asyiknya pada masa itu, masa-masa yang hampir terhapus dari sejarah. Let’s go!

 

Streaming

Ingat gak, pada masa itu, kalau mau lihat MV di Youtube harus ke warnet dulu? Itupun gak bisa sering karena keterbatasan uang jajan. Paling pas weekend baru ke warnet, setelah sisa uang jajan terkumpul. Aku biasanya ke warnet yang punya tarif paket 10.000 per 3 jam. Lumayan, lebih hemat.

K-Pop - Superduper Spesial
MV Hitz Pada Zamannya

Karena internet masih jadi barang mahal, solusi buat sering lihat MV adalah download. Dulu, video-video di Youtube masih bisa di-download langsung. Kualitasnya downloadnya boro-boro kayak sekarang. Cari yang paling kecil supaya bisa diputar di hape yang kapasitasnya mini juga. Begitu aja udah bahagia. Bahagia banget malah.

Baca juga: Menyoal Rencana Kedatangan SNSD Ke Jakarta, 18 Agustus 2017

Kalau ada fans Gen 3 yang nyinyir, kenapa MV Gen 1 dan 2 belum sampai 200 juta viewers sedangkan MV fave mereka udah, jawabnya ya tadi, kami menikmati nonton MV. Nonton ya nonton, bukan karena target harus sampai sekian viewers. Yang nonton juga real humans, bukan bot.

 

Media

Pada masa itu, sosmed belum semarak kayak sekarang. Facebook udah ada, Twitter ada, tapi penggunanya belum banyak, dan masih banyak yang gak tahu fungsinya buat apa. So, kami cari info-info dari majalah, kayak majalah Gaul. Itupun gak semua info ada. Paling bagus-bagusnya ikut di forum-forum.

K-Pop
Tabloid Hitz Pada Zamannya

Kalau sekarang, fanbase resmi memang adanya di Twitter, tapi di sosmed-sosmed lain juga banyak yang share. Udah pun, bias punya akun sendiri di Instagram atau Twitter, yang isinya kegiatan mereka sehari-hari. Jadi, lebih mudah buat interaksi. Apalagi buat promo-promo.

 

Fanwar

Nah ini. Fanwar masa itu gak sesengit sekarang. Dulu, masalahnya cuma shipper. Para kaum Oppa is Mine suka marah dan jelekin idol yeoja kalau “Oppanya” kelihatan dekat sama mereka. Ada juga yang lebih suka “Oppanya” jadi hombreng dibanding nikah sama idol yeoja.

K-Pop
Couple Hitz Pada Zamannya

Kalau sekarang, fanwarnya lebih variatif. Ada yang dapat Daesang, fansnya sombong dan ngeledek yang gak dapat, padahal yang diledek jumlah Daesangnya lebih banyak. Ada yang plagiat konsep tapi galakan dia. Ada yang suka bawa-bawa fandom atau group lain ke hal-hal yang gak ada urusannya. Ada yang selalu merasa terzholimi, playing victim, sampai fitnah-fitnah segala. Ada yang gak respek sama senior, sedangkan di sana masih menganut sistem senior-junior. Ada fandom yang maunya ribut terus.

Fans Gen 1 dan 2 biasanya cuma ketawa lihat hal-hal begitu. Selama mereka gak colek-colek, kami juga gak gubris. Cukup jadi penonton, sambil bernostalgia akan masa-masa damai dan perang-perangan gak penting pada dulu, yang bikin senyum-senyum sendiri. Internet dalam genggaman bukan cuma memudahkan akses, tapi juga memudahkan perang, hahaha!

Anyway, postingan ini gak nyebut nama fandom lho, ya. Kalau ada kesamaan situasi, mungkin hanya kebetulan yang disengajakan. Yuk, kita bernostalgia lagi tentang masa-masa itu. Salpak? Galham? War? Go away!

*pic by: lostfun.com.tw

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: