Uncategorized

Pakai Pashmina? Siapa Takut!

Kalau denger kata-kata “pakai pashmina”, yang kebayang dalam pikiran adalah ribet. Secara, selendang panjang itu gak asyik banget kalau cuma dipenitiin di leher, sisanya menjuntai gak karuan. Pengen dilipat silang kiri-kanan, kok ya kayak emak-emak pengajian era 90-an. Tapi, mau dibikin aneka gaya ala hijabers kekinian juga mikir dua kali: butuh berapa banyak pentul, berapa lama pakainya, nanti kalau mau shalat gimana buka-pasangnya lagi. Bingung, kan.

Sekarang ini ada pashtan, pashmina instant. Pakainya cuma tinggal masukin kepala aja. Ekstra simpel dan praktis banget. Cuma ada satu kekurangan pashtan: bentuknya default. Yep! Pashtan gak bisa dimodel-modelin sesuai situasi. Adanya kayak begitu, ya begitu aja udah.

Tadi nih, saya ikutan tutorial pakai pashmina. Di situ diajarin gimana cara pakai pashmina yang simpel, praktis, cepet, dan cocok sama situasi, kayak kondangan atau jalan-jalan. Berhubung tadi datengnya telat karena kemacetan Jakarta yang kita udah sama-sama tau, jadinya saya dapetnya cuma dikit. Tapi, tenang aja. Saya akan share yang sedikit itu.

image

Tenang, ini Mbaknya bukan lagi dijampi-jampi. Yang baju hitam itu MC, yang tengah model, yang satunya lagi yang ngasih tutorial. Namanya Mbak Aya. Nah, ini tutorial buat yang mukanya lebar.

Cara pakai pashminanya gampang banget. Pasang pashmina, satu sisinya lebih panjang. Penitiin di leher. Terus, bagian yang panjang itu dilingkarin di leher, lewat dalam sisi yang pendek itu, nanti muncul lagi di sisi satunya. Udah, gitu doang.

image

Nah, ini pashminanya bahan kaus. Cara bikinnya hampir mirip kayak tadi. Dibikin gak seimbang gitu panjangnya. Cuma, yang bagian pendeknya itu pendek banget. Dimasukin ke dalam baju. Terus sisanya diputar lewat atas kepala, penitiin di atas telinga, ambil lagi dari yang agak bawahnya, penitiin lagi di situ.

image

Anggap aja ini gambarnya jelas, ya. Zoom dah, hehehe. Ini tutorial pake pashmina buat yang mukanya bulet. Yang dipakai pashmina bahan satin. Kata Mbak Aya, kalau pilih bahan satin yang bagian dalamnya gak licin. Model ini gak harus pakai inner. Cara bikinnya, pashmina ditaroh agak menyilang. Sisi kiri lebih pendek daripada kanan. Bagian yang kanan diputer lewat belakang. Kasih pentul di belakang leher supaya pashminanya diam. Nah, yang tadi diputer itu terus dinaikin ke atas kepala, bikin bentuk menyilang di atas yang awal. Bagian depan kiri biarin aja. Yang bagian kanan, ditarik buat tutupin leher, terus ke belakang, dan penitiin di pundak kanan.

image

Ini tips aja, buat yang mukanya kecil dan berkacamata. Pashminanya dilipat ke dalam sedikit, supaya tebal dan kaku di jidatnya. Kalau agak tebal kan jadi bisa ditarik lebih ke atas. Kalau nempel di jidat, nanti mukanya makin keliatan kecil.

Oh ya, kalau pakai pentul buat pashmina, pakai yang ujungnya polos ya, supaya gak terlalu kelihatan. Meski, sebenernya lebih lucu pakai yang ujungnya bentuk kepala Mickey Mouse. Tapi, nanti orang jadi ngitungin berapa kepala Mickey Mouse yang kita pakai.

Nah, kalau buat kondangan, khususnya malam, pakai pashmina yang ada glitter-glitternya, dan warnanya gelap. Terlihat lebih elegan dan kece. Kayaknya mewah aja. Contohnya kayak warna ini:

image

Yang model gitu gimana bikinnya?

Ini ribet. Asli. Soalnya model itu dibikin buat orang yang gak mau pakai inner, tapi keliatan kayak pakai inner. Pasang satu sisi lebih pendek banget. Tarik yang panjang, penitiin ke bagian yang pendek itu di samping kepala dan di belakang leher, sejajar. Sisanya tarik ke samping, dibikin layer-layer dan dijepit di samping kepala. Jangan lupa, tempel aksesoris berbahan kain supaya jepit-jepitnya ketutup. Bagian yang polosnya juga dikasih aksesoris supaya seimbang sama bagian yang ada layernya.

Gimana tutorialnya? Bingung, gak? Hehehe, maaf gak ada foto step per step, Mbaknya jelasin cepet banget, sambil pasangin pashminanya. Rata-rata, satu model pashmina cuma 5 menit. Cepet banget, kan.

Silakan yang mau coba tutorialnya. Info-info ya, kalau udah berhasil.

*tulisan ini diikutsertakan dalam program ODOP Blogger Muslimah Indonesia Oktober 2017

*ditulis nyambi menikmati kemacetan Jekardah

2 Comments

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: