Gadget,  Lifestyle

Percobaan Flashing Oppo A37F

Kemarin pagi sehabis Subuh, ada hape Oppo geletak di atas galon. Warna depannya putih, belakangnya gold. Hape itu bawa pesan: tolong kuncinya dihapus. Aku nyengir. Aku gak tahu itu Oppo seri berapa. Yang ada dalam pikiran aku adalah aku harus melakukan percobaan buat hapus kuncinya.

Sebenarnya cara buka kunci paling gampang ya minta bukain ke yang punya. Tapi, karena satu dan lain hal (aku ceritain di bawah), gak memungkinkan buat minta polanya. Jadi, harus pakai cara lain supaya kunci layar bisa kebuka, dan hape bisa dipakai lagi.

Oh ya, ada satu cara simpel lagi: pencet tulisan ‘Lupa Password’, terus disuruh masukin alamat e-mail dan kata kuncinya. Tapi, ini juga gak memungkinkan. Yang tahu alamat e-mail dan password-nya kan cuma yang punya. Nah, kondisinya, yang punya gak tahu kalau hapenya ada di rumah.

Okelah, kita coba cara selanjutnya, yang gak berhubungan sama empunya hape. Caranya adalah telepon. Berbekal nomer punya mami yang dimasukin ke hape itu, aku coba telepon. Umumnya, kalau panggilan udah dijawab, layar kunci kebuka dan bisa pencet setting buat hapus pola kunci atau sekalian reset jadi setelan pabrik. Setelah dicoba, ternyata tetap gak bisa masuk ke setting, dan layar tetap terkunci. Jangan menyerah. Masih ada cara lainnya.

Cara selanjutnya sebenarnya berisiko data lenyap. Tapi, aku udah konfirmasi ke yang antar hape. Katanya, gak apa-apa kalau datanya lenyap. Malah, dia justru berharap datanya lenyap. Baiklah, mari kita wipe. Caranya, hape harus dalam keadaan mati. Pencet tombol volume bawah (-) dan tombol power barengan, tunggu boot dulu sebentar, terus masuk ke halaman recovery.

Di halaman itu ada pilihan bahasa. Yang dua bahasa Mandarin, satu lagi bahasa Inggris. Aku pilih yang bahasa Inggris. Terus masuk lagi ke menu. Di situ, aku pilih wipe. Oh ya, buat pilih-pilih ini bisa langsung pencet di layarnya aja. Kalau gak bisa, pakai tombol volume atas-bawah buat pilih opsi, dan tombol power buat okein.

Lalu aku tercengang. Ternyata, di hape itu, wipe cuma bisa hapus aplikasi, foto, dan lainnya. Kunci layar, SMS, kontak, gak akan terhapus. Tapi, coba dulu aja. Aku klik, aku okein lagi, lalu tunggu dia nge-wipe. Kalau wipe-nya udah selesai, dia balik lagi ke menu. Setelah itu, baru klik reboot.

Berhasil? Nggak! Pas hapenya nyala, tetap aja minta buka kunci layar. Konon kabarnya, keamanan hape ini lebih terjamin. Kalau begitu caranya, berarti harus flashing, semacam ganti software gitu. Masalahnya adalah, itu Oppo seri berapa? Gak mungkin juga nanya ke yang punya kan. Kalau bisa nanya ke yang punya mah, dari tadi aja minta dia sendiri yang buka kuncinya. Baiklah, kita tanya ke dukun digital, bermodalkan model depannya. Berhubung Mbah Google sakti mandraguna, beberapa detik kemudian langsung ketemu serinya: A37/A37F.

 

Proses Flashing Oppo A37F

Karena aku bukan pengguna Oppo, jadi ini masih percobaan. Sebenarnya, urusan flashing di mana-mana caranya sama. Cuma kadang beda hape beda tombol, dan yang jelas beda firmware. Aku tanya lagi ke si Mbah, tentang flashing Oppo A37. Mbah bawa aku ke blog ini. Di sini ada cara-caranya, sekaligus software dan firmware yang aku perlukan. Dari tadi aku pakai hape, sekarang harus pindah ke laptop.

Step pertama: unduh software Qualcomm. Fungsinya buat ngecek apakah hapenya udah terdeteksi sama laptop. File-nya bentuk .rar dan gak terlalu besar. Selesai unduh, extract dulu. Cara extract adalah klik kanan file-nya, pilih extract file, terus pilih folder tujuan, lanjut klik extract. Folder tujuannya bebas aja.

Kalau udah di-extract, install software-nya. Caranya cuma next-next gitu. Ada pilihan modenya kayak gini:

Klik aja yang atas, yang gak pakai IPAddress. Kalau udah selesai install, jangan dicari icon-nya di mana. Di desktop pun gak ada. Tapi, percayalah, install-an udah beres. Software ini berfungsi nanti, kalau kita udah buka firmware-nya, dia otomatis mendeteksi hape.

Step ke dua: unduh firmware. Pas dibuka, aku terkejut! File-nya ukuran 1,3 GB. Bisa jebol kuota data! Solusinya adalah pending dulu sampai ketemu Wi-Fi. Apalagi, hari hujan. Unduh file sebesar itu bisa sampai tengah malam, itupun kalau gak putus-nyambung di tengah jalan kayak hubungan kita #eh. Hamdalah, Obi bilang,  sore mau ke rumah, ambil pesanan tiklip. So, unduhnya titip dia aja. Sambil menunggu sore, aku kerjain yang lain dulu.

Obi datang pas Maghrib, udah lewat dua belas jam sejak hapenya geletak di atas galon. Sambil nunggu antre wudhu, aku copy file-nya dulu ke laptop, sekalian extract. Selesai salat Maghrib dan makan, baru deh aku lanjutkan.

Step ke tiga: buka folder firmware yang udah di-extract tadi, terus klik yang Msm8x39DownloadTool. Kalau udah terbuka, klik start di kiri atas, terus biarin aja. Tapi, jangan kelamaan dibiarin, nanti baper. Kita pasang dulu kabel data, tapi jangan langsung dicolok ke hapenya

 

Step ke empat: kita beralih ke hape. Hape dalam kondisi mati. Kebetulan, dari tadi emang belum aku nyalain. Kalau hapenya belum mati, matiin dulu. Kalau udah, pencet tombol volume dua-duanya (- dan +) barengan. Gak ada reaksi apa-apa emang. Itulah yang bikin aku coba pencet tombol power sekaligus. Begitu nyala dan masuk ke mode recovery, langsung aku colok ke laptop.

Ditunggu sampai lama, tetap gak ada pengaruhnya. Gak sesuai sama instruksi, yang katanya ada indikator warna hijau, penunjuk proses flashing. Aku udah tidur-tiduran, cuci piring, main sama kucing, dan Obi pun udah pulang lagi, tetap begitu-begitu juga tampilannya. Hopeless. Pengen coba flashing pakai MicroSD aja. Tapi, MicroSD siapa yang mau dipakai?

Aku tanya Mbah lagi. Mbah kasih video tutorial flashing punya Magelang Flashing. Aku copotin hape dari laptop, aku tutup file flashing-nya, dan ikutin semua cara yang disuruh di video. So far, semuanya sama. Firmware yang dipakai juga sama. Kecuali….

Yap! Pencet tombol. Ternyata emang benar cuma pencet tombol volume (- dan +), dan benar gak ada respon apapun di hapenya. Aku coba. Aku buka lagi file firmware, terus colokin hapenya.

Menunggu lagi. Kali ini sambil makan bola-bola ubi kopong dicocol cokelat, yang bikin ingat sama Kyungsoo. Tapi, sampai bola-bola ubi kopong itu habis, aku juga udah tidur-tiduran dan main game, tetap aja gak ada respon apapun. Aku jadi curiga, jangan-jangan masalah kabel data. Soalnya pas tadi dicolok ke hape juga gak ada bunyi apapun. Ya udah, aku ambil kabel data lain. Aku coba dulu kabelnya sebelum ulang Step 3 dan 4. Alhamdulillah nyambung.

Step ke lima: muncul indikator warna hijau, gak lama setelah hape dicolok ke laptop. Itu tandanya proses flashing lagi berlangsung, dan aku harus menunggu lagi. Gak ada bola-bola ubi kopong. Ya udah, menunggu aja sambil lihat prosesnya. Sampai muncul tulisan download file completed warna hijau. Warna itu cuma di satu baris, bukan semuanya. Itu artinya, proses flashing berhasil.

Step ke enam: nyalain lagi hapenya. Di instruksinya, hape dinyalain dulu baru lepas kabel data. Karena tampilan hapenya gambar baterai dan charging terus pas dinyalain, aku lepasin aja kabel datanya, dan mulai nyalain lagi. Tada! Hapenya masuk ke pengaturan awal yang manual. Kunci layar hilang, data pun lenyap. Hape udah bisa digunakan lagi.

Oke, pertanyaan yang mungkin muncul: kenapa gak minta buka kunci aja sama yang punya? Jangan-jangan Iecha maling hape orang, atau terima flashing hape colongan?

Weits! Gak gitu! Itu hape sepupu aku yang disita sama bapaknya. Ceritanya, dia minta restu mau nikah sama pacarnya yang beda agama. Bapaknya berang. Hampir-hampir itu anak dibunuh. Setelah situasi agak adem, hapenya disita.

Gak berapa lama disita, hapenya dibalikin. Ealah dia malah janjian sama cowoknya, sehari sebelum tahun baru, dan kabur tengah malam. Ibunya keluar kamar jam 3, itu anak udah gak ada di kamarnya. Alhamdulillah, berhasil ditelepon. Itu anak ngotot, dia mau pulang asal sama cowoknya. Akhirnya diokein. Pulanglah dia ke rumah kakak bapaknya, yang jadi meeting point, dan hapenya disita lagi.

Setelah sekian lama, baru hapenya mendarat di rumah, diminta buka kunci supaya bisa dipakai lagi sama bapaknya, daripada geletak tanpa manfaat. Urusan sepupu aku, jujur, aku gak tahu lagi gimana kelanjutannya. Aku cuma tahu dia jadi tahanan rumah, yang kalau ibunya ke warung pun pintu rumahnya dikunci dari luar dan kuncinya dibawa.

Oke, itu tadi pengalaman aku tentang percobaan flashing Oppo A37F dan cerita di baliknya. Mungkin, teman-teman ada yang punya pengalaman flashing juga, atau pengalaman saudaranya pacaran sama orang yang beda agama, yuk, berbagi!

2 Comments

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: