Uncategorized

Personal Branding

Personal Branding itu secara simpel bisa diartiin identitas pribadi. Bahasa populernya sekarang: pencitraan. Personal branding ini terencana dengan sangat baik, bahkan sejak bertahun-tahun sebelumnya. Contoh orang yang personal branding-nya sukses adalah seorang bapak yang beberapa kali nyebur got supaya terkesan sederhana dan merakyat. Dia sukses dipilih sebagian besar rakyat Indonesia (meski masih kontroversi juga, sih) buat jadi pemimpin. Tau dong, siapa orang itu. 

Kesuksesan personal branding bapak itu dibangun sama media. Secara, media bisa dipesan, tergantung maunya klien kayak apa. Bertahun-tahun media udah bikin citra dia yang sederhana, jujur, merakyat. Dia nyebur got, diberitain di mana-mana sebagai pemimpin yang mau turun langsung (ke got). Dia ngeresmiin mobil rakitan anak SMK, diberitain sebagai orang yang peduli karya anak negeri. Tampilannya yang cuma pake kemeja putih dan celana panjang hitam selalu dibilang sederhana. Ke KPU naik bajaj, dibilang merakyat. Pokoknya, semua tentang dia adalah kebaikan dan kebenaran. Semacem dia itu Satrio Piningit yang dinanti. Dan sekarang? *pst….*
Nah, berhubung kita gak punya sekian milyar buat bangun personal branding di media, dan gak ada kepentingan sebesar itu juga, kita bisa gunain blog buat ngebangun citra diri. Pencitraan itu gak selalu berarti negatif, lho. Kita bisa manfaatin buat hal-hal positif. Dalam nulis blog, kita pengen dikenal sebagai blogger apa? Apa blogger wisata, blogger pendidikan, blogger kuliner, dan semacem itu. Ada spesifikasi dari apa yang kita tulis, dan itu udah kita rencanain dengan baik.
Lalu… personal branding apa yang pengen aku bangun?
Suer, itu pertanyaan absurd banget. Eh, bukan pertanyaannya, tapi jawabannya. Aku bener-bener gak kepikiran pengen jadi blogger macem apa. Aku nulis, ya karena aku pengen nulis. Gak ada spesifikasi apapun di blog manapun. Aku pengen jadi blogger pendidikan, aku gak mendalami bidang itu. Pengen jadi blogger kuliner, makanan kesukaan cuma bikinan mami. Jadi blogger teknologi, aku gak ngerti juga.
Kalo ditanya soal minat yang bisa dispesifikin jadi personal branding, jujur, minat aku terlalu random. Aku minat Geologi, Vulkanologi, alien, sejarah, teori konspirasi, rahasia alam, musik, komik, nulis. Tapi, gak ada satupun yang fokus sampe freak banget. Semuanya masih dalam tahapan suka dan tertarik. Sebates tau, gitu. Ushul fiqh? Untuk urusan itu mah mending tanya ustadz aja. Aku minat dan agak paham. Tapi kualifikasi belum sampe tahap itu. Masih harus berguru.
Jadi, apa?
Entahlah. Bener-bener gak kebayang. Dari blog-blog sebelumnya juga gak terdeteksi kecenderungan blog aku ke arah mana. Dari sekian banyak blog, cuma ada satu yang fokus: blog Fanfict. Itu pun aku pake anonim. Masih lumayan sih, ada yang fokus, Daripada gak ada samasekali, kan? 
Balik ke pertanyaan tadi: blog ini, aku pribadi, personal branding-nya gimana?
Entahlah. Aku konsisten nulis di blog ini aja udah mending banget. Itu dulu aja. Soalnya, aku tipe orang yang suka bikin blog, dandanin, tulis satu postingan, terus kabur. Makanya blog aku gak jelas dan kesebar di mana-mana, cuma dengan satu postingan. *bleh!*
Mudah-mudahan, nanti ketemu deh personal branding-nya. 
*ditulis karena galau setelah pertemuan Muda/Madya di FLP Jakarta sama Mbak Anna R. Nawaning tentang Personal Branding. Mbak Anna ini bukan orang asing lagi di FLP Jakarta. Temen-temen angkatan Tanpa Angka udah kenal sama beliau karena dulunya sering main di FLP Jakarta. Beliau ini blogger yang punya tiga blog dan keurus. Ada satu blog khusus lifestyle, satu lagi khusus kuliner, satu lagi isinya tentang tempat-tempat keren. 

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: