Uncategorized

Queen of The East: Berlayar Sampai Jauh

Judul: Queen of The East
Penulis: Yanti Soeparmo
Penerbit: Semesta
Jumlah halaman: 390
Tahun terbit: 2010

Alkisah, saya terjebak di dalam Transjakarta, di tengah kemacetan Jakarta yang “iye banget”, Sodara-Sodara. Dari Pondok Indah ke Depok itu 5 jam. Beberapa tahun lalu, saya ke Garut dari Bekasi, waktu tempuhnya 5 jam juga. Amazing lah, pokoknya Jakarta. Orang-orang yang rumahnya di kota-kota penyangga dan kerja di Jakarta emang punya kesabaran tingkat dewa!

Alhamdulillah, saya bawa novel ini. Dari pas berangkat, emang sengaja bawa novel buat nemenin di Transjakarta. Gak nyangka, dikasih berkah macet. Jadilah, langsung beres baca novel yang setting-nya taun 1924 itu. Mau tau ceritanya?

Gini, ceritanya, ada kapal uap namanya Queen of The East, tujuannya Belanda – Jakarta, eh Batavia. Kapal ini sebenernya udah disewa sama tentara buat bawa pasukan penjajah, lengkap sama peralatan tempur mereka. Tapi, kapten kapalnya mata duitan, jadi dia masukin juga orang-orang sipil, barang-barang, dan hewan. Ada monyet, kucing, kuda, ular.

Selain tentara, penumpang di kapal itu macem-macem banget. Ada 2 mahasiswa Indonesia yang baru beres kuliah di Belanda. Mereka mahasiswa pergerakan, dan nyelundupin barang buat perjuangan mereka. Ada juga orang tajir Belanda sama istrinya yang masih muda banget. Mereka mau bisnis di Batavia. Ada bocah kembar yang naik sama ortu, om, tante, dan kakek-neneknya. Ada pastur, arkeolog, dan lain-lain. Mereka semua harus tunduk di bawah pimpinan militer di kapal itu, meski suasananya santai. Di Jeddah, naik lagi sekeluarga Arab yang punya anak perempuan cantik banget. Di antara segitu banyak orang, ada seorang agen De Ster yang pengen pecah-belah muslim Indonesia.

Cerita bermula waktu bocah kembar itu, Anthony dan Joseph ditemukan meninggal di dekat tank. Dua bocah itu emang suka naik-naik tank, dan sering diturunin sama Letnan Jeremias. Tubuh bocah itu lebam-lebam, kepalanya bocor dekat ubun-ubun. Tertuduh utama adalah bapaknya, Zimmermen. Zimmermen sering marah-marah ke anaknya, malah pernah anaknya diseret gegara nakal. Dia juga sering marah-marahin istrinya, dan serahin semua urusan pengasuhan anak ke istrinya. Orang sekapal salahin dia semua.

Polisi, yang naik ke kapal itu akhirnya bikin rekonstruksi. Dari rekonstruksi itu didapat fakta kalau Anthony dan Joseph meninggal karena jatuh dari tank, bukan karena digebukin bapaknya. Tapi, tetap aja Zimmermen dimusuhin orang sekapal, apalagi gegara dia berbuat kasar ke Annabelle, istrinya. Kasus dinyatakan selesai.

Ternyata ada kasus ke dua. Si holkay Belanda, Van Hoorn, itu meninggal di dek tempat penyimpanan barang-barang. Dia emang sering ke situ buat ngeliat mobil-mobil mewah yang dia bawa buat dijual ke holkay Batavia. Waktu itu, kapal lagi merapat. Orang-orang, termasuk tentara pada turun kapal, jalan-jalan. Meninggalnya karena digigit ular, soalnya kandang ular kebuka, dan ada bekas gigitan ular di betisnya.

Tertuduh utama udah pasti istrinya, Aletta. Sebelum meninggal, dia kepergok lagi berduaan sama istrinya di mobil, padahal dia sebenernya sering galak ke istrinya. Aletta pun lagi deket sama dokter tentara, Reynier, yang perhatian banget sama dia. Ditambah lagi, Aletta dulunya penari ular. Kumplit, kan! Si Reynier juga jadi tertuduh.

Ternyata, semua itu kelakuan agen De Ster. Dia bunuh Anthony dan Joseph karena dua bocah itu tau dia bawa ular, dan tau dia ganti identitas. Sedangkan, si Holkay dibunuh karena tau siapa dia. Si Holkay ini pernah ngomong ke keluarga Arab, kalau orang yang penampilan Arab belum tentu Arab.

Dari awal, cerita ini udah asyik banget. Bener-bener perpaduan antara cerita detektif, cerita cinta, dan semangat pergerakan. Cara penyajian konfliknya halus banget, bikin saya “terikat” di ceritanya tapi gak sport jantung.

Sayang, buku ini susah dicari. Aku aja dikasih temen, hehehe. Ini buku ke tiga Yanti Soeparmo yang aku baca, dan semuanya keren!

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: