Uncategorized

R U Crazeh?

“ODOP?!” tanyanya, waktu aku beritahu rencanaku ikut salah satu program yang diadain Blogger Muslimah.

“Iya.”

“Are you crazeh or something, Cha?!”
“Or,” jawabku asal.
Aku gak heran dia kaget begitu. Aku juga kaget, kok bisa-bisanya aku tulis alamat blog aku di daftar peserta ODOP: One Day One Post. ODOP itu berat, Sodara-Sodara. Berat! Hiks! Dalam sebulan harus posting tiap hari. Aku aja masih bertanya-tanya, apa bener aku mau ikutan program itu.
“Yakin bisa fokus?”
Aku tepok jidat. Ini masalahnya. F O K U S. Kalau aja aku kayak orang lain, mungkin hal ini gak seberat nguras toren air pake gelas A*ua. Fokus aku minim. Lebih dari 15 menit nulis aja udah bagus. Dua postingan kemaren ditulis sekitar 15 menit juga. Yang lama cuma upload gambar dan video.
“Hahaha!” Dia ketawa. “Mulai gak yakin, kan?”
“Jangan setanin, deh! Kalo gue bilang mau ikut, berarti gue akan berusaha supaya bisa.”
“Caranya? Pake Virtual Fireworks lagi?”
Aku menggeleng. Gak tau juga gimana caranya. Tapi beneran,  setelah berhasil meyakinkan diri kalau udah daftar di program ini, aku pengen banget ikut dan jadi gak sabar. Aku pengen belajar fokus tanpa Virtual Fireworks atau rubik lurus.
“300 kata sehari. Mau bikin apa?”
“Gak ngerti juga. Tapi, yang penting, gue bisa belajar fokus.”
“Lama lho, 31 hari.”
“Iya, sih.” Aku garuk-garuk kepala. “Apa iya gak bosen?”
“Cumi!” Dia main jitak seenaknya. “Banyak kutu?”
“Tau, ah. Pusing, tau!”
“Mau tau gimana supaya gak bosen?”
“Gimana?”
“Isi blog lo kayak si Pisang.” Dia ketawa.
“Ah, kaga! Makin pusing itu mah.”
“Tapi, kalo lo yakin bisa, gue juga yakin. Tinggal cari cara biar gak bosen doang. Kalo lo berhasil, berarti lo udah sanggup buat bikin buku sendiri.”
“Iya juga.” Aku garuk-garuk dagu.
Selama ini, aku belum pernah bikin buku sendiri, fiksi atau non fiksi, ya karena aku gak bisa fokus kerjain tulisan terus menerus dalam jangka waktu panjang. Kalau jenuhnya udah menjadi-jadi, buka laptop pun gak mau. Kalau jenuhnya masih tingkat biasa, masih bisa buka laptop tapi cuma minimize-maximize Ms. Word berulang-ulang sampai laptopnya bosan.
“Lagian, sesuai niche blog juga,” tambahku.
“Blog lo bukannya se-random orangnya? Power bank lo aja moody-nya 11-12 sama yang punya.”
Sadis! Ihiks! Tapi, bener juga.
“Mungkin itu keuntungannya.” Dia nerusin. “Lo jadi gak terjebak di satu tema, kan? Yang penting, ada benang merahnya.”
“Ho-oh.”
“Sana gih, pikirin mau nulis apa besok.”
Aku mengangguk.
Dan belum dapat ide juga buat nulis hari ini. 22:00, setelah meeting, aku memutuskan buat nulis obrolan sama dia aja. Mudah-mudahan, ini jadi semangat buat aku sendiri. Buat ngingetin tujuan aku ikutan ODOP. Meski ada dia, aku, yang senantiasa ngejitak.
#MySelfAndI

8 Comments

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: