Two Lights
Entertainment,  Film

“Two Lights” Film Korea Penuh Kebaperan

Two Lights. Mungkin film ini tidak setenar film Train To Busan atau Confidential Assignment yang berhasil meraup jutaan penonton dan ditayangkan di bioskop. Sebabnya, film ini hanyalah film pendek yang ditayangkan di  Youtube. Tapi, jangan salah, tingkat kebaperannya tidak kalah dibanding drama dan film-film lainnya.

image

 

Short Story of Two Lights

Kisah ini diawali dengan cerita Seo In Soo (Park Hyung Sik, mantan member ZE:A yang juga temennya Giraffe abang), seorang penderita Retinitis Pigmentosa newbie, yang baru bergabung dengan klub foto khusus penderita Retinitis Pigmentosa. Pandangannya yang samar-samar membuat dia gugup sewaktu harus menaiki tangga. Beruntung ada Ahn Soo Young (Han Ji Min) yang membantunya.

Perkenalan mereka berawal di situ. Soo Young, yang juga member klub fotografi itu, sudah sejak kecil pandangannya samar-samar. Jadi, dia sudah terbiasa dengan kondisinya. Karena fotografi itulah, Soo Young sering modusin In Soo. Dari mulai alasan menjadi obyek foto, sampai mengajak cari foto bareng, padahal niatnya jalan bareng.

Sayangnya, keakraban mereka  berkurang karena In Soo tersinggung dengan perlakuan Soo Young. Soo Young cuma bercanda, tapi In Soo keburu baper. In Soo juga mulai stres karena penglihatannya semakin berkurang. Dia sudah tidak bisa lagi bermain piano, karena not baloknya tak terlihat.

Baca Juga: K-Job Korean: One Step Colser Kerja di Korea

Sampai suatu hari, In Soo menemukan alat VR milik temannya yang juga menderita Retinitis Pigmentosa. Alat itu digunakan temannya untuk bekerja. Temannya meminta In Soo menggunakan alat itu. Awalnya dia ragu, tapi, dia memakai alat itu juga. Perlahan-lahan, obyek yang dia lihat mulai jelas. Penglihatannya kembali.

Kisah ini berakhir di pameran foto hasil karya klub fotografi itu. In Soo memakai alat itu untuk melihat hasil karya teman-temannya. Termasuk juga hasil karya Soo Young. In Soo baper melihat mereka dalam frame yang sama. Waktu Soo Young datang, In Soo memakaikan VR itu, dan dia mulai melihat foto hasil karyanya. Situiasi makin baper saat Soo Young berbalik dan melihat In Soo yang sedang membuat heart sign untuknya.

Two Lights
Gambarnya punya www.korea-lover.com

 

Berkenalan dengan Retinitis Pigmentosa Lewat Two Lights

Penasaran sama apa yang diderita In Soo sampai penglihatannya berkurang? Namanya Retinitis Pigmentosa, atau dikenal juga dengan low vision. Orang-orang yang menderita RP, sebagaimana digambarkan di film Two Lights, punya kualitas penglihatan yang rendah, dan makin lama makin menurun.

Retinitis Pigmentosa adalah penyakit genetis, meskipun tidak semua penderitanya mengalami penglihatan rendah sejak bayi. Ada juga yang seperti In Soo, awalnya baik-baik saja, lalu lama-lama penglihatannya menurun.

Mereka masih punya harapan untuk melihat karena syaraf penglihatan mereka masih baik. Tapi, tentunya harus menggunakan alat. Lengkapnya, yuk, colek-colek Mbah Wiki.

Aku tahu tentang Retinitis Pigmentosa dari Sooyoung SNSD, yang bapaknya kena RP. Demi meningkatkan awareness dan mengumpulkan dana buat penderita RP, Sooyoung bikin brand sendiri, namanya BE. Blanc & Eclare? Bukan, itu mah punya Mbak Mantan (sebut saja Jessica). BE-nya Sooyoung kepanjangannya Beaming Effect. Kebetulan, tokoh di film ini namanya juga Sooyoung.

Two Lights
Sooyoung dan Yuri memakai gelang BE, yang menandakan kepedulian pada penderita Retinitis Pigmentosa

Kampanye Peduli Retinitis Pigmentosa yang digagas Sooyoung, pastinya merangkul artis-artis KPop. Bukan satu atau dua orang yang kepergok pakai gelang atau kaus BE. Mereka juga buka charity event, seperti lelang barang-barang punya mereka, dan hasilnya disumbangkan buat gerakan sosial itu, dan buat penderita.

 

Makna Mendalam dari Two Lights

Film Korea, so far, tak pernah lepas dari makna yang mendalam, tanpa melupakan high quality baper yang mereka ciptakan. Termasuk juga film Two Lights ini. Waktu awal-awal nonton, aku dibuat terheran-heran dengan klub fotografinya. Mereka kan low vision, bagaimana bisa memotret? Tapi, di klub itu ditekankan, mereka bisa melihat dengan indera apapun, tidak harus dengan mata. Jadilah, mereka menemukan cara sendiri untuk membuat karya fotografi.

Dibuat oleh Samsung dalam rangka meingkatkan awareness tentang Retinitis Pigmentosa, sekaligus memberikan harapan tentang kemungkinan penderitanya dapat melihat lagi, film ini sarat pesan-pesan penyemangat. sekaligus pesan baper tingkat dewa. Tagline film ini saja, “Bisakah kau melihatku?” Aih!

Yang belum nonton, mari ulik-ulik Youtube dan nonton film berdurasi 30 menit ini. Siap-siap baper, ya.

 

 

Komen, Kuy!

%d blogger menyukai ini: